Jazuli Juwaini Tegaskan Peran Strategis Pesantren Banten
- 30 Jan 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Serang - Peran ulama dan pesantren kembali ditegaskan sebagai pilar utama peradaban Banten. Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Dapil Banten, Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA.
Ia hadir sebagai penceramah utama dalam Milad ke-23 Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten. Kegiatan tersebut dirangkai dengan istighosah dan doa bersama untuk korban bencana.
“Banten adalah provinsi ulama dan pesantren. Karena itu, di mana pun dan kapan pun, ulama dan pesantren harus dihormati serta dijaga kelestariannya,” kata Jazuli dalam keterangannya, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan pesantren dalam setiap kondisi. Acara berlangsung di Aula Pendopo Gubernur Banten, Komplek KP3B, Kota Serang.
Kegiatan digelar pada Rabu (28/1) dan dihadiri berbagai unsur penting daerah. Turut hadir Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Selain itu, Ketua Umum FSPP Provinsi Banten Dr. KH. Sholeh Rosyad beserta jajaran pengurus juga tampak hadir. Para pimpinan pondok pesantren dari seluruh wilayah Provinsi Banten turut memadati acara.
Kehadiran mereka menjadi simbol kuat persatuan pesantren di Banten. Dalam ceramahnya, Jazuli menegaskan ulama dan pesantren memiliki peran fundamental.
Menurutnya, pesantren adalah penjaga karakter, moral, dan cahaya peradaban masyarakat. Ia mengingatkan bahwa peran besar tersebut tidak dapat berjalan sendiri.
Dukungan umara atau pemerintah menjadi faktor penting dalam keberlangsungan pesantren. Jazuli menegaskan pemerintah memiliki kewajiban moral dan konstitusional.
Pemerintah diminta menempatkan ulama dan pesantren pada posisi terhormat. Sebagai bentuk keberpihakan negara, Jazuli menyinggung lahirnya Undang-Undang Pesantren.
Regulasi tersebut menjadi landasan kebijakan dan dukungan anggaran bagi pesantren. "UU Pesantren adalah bukti keberpihakan negara,” ujarnya.
Ia menegaskan implementasinya harus dirasakan hingga tingkat daerah. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam operasionalisasi kebijakan tersebut.
Dukungan anggaran dan program daerah dinilai sangat krusial bagi pesantren. Lebih lanjut, Jazuli mengajak ulama dan pesantren aktif memberikan nasihat kepada pemerintah.
Peran tersebut harus dijalankan dengan tetap menjaga nilai keislaman dan kebangsaan. Ia juga mendorong pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pesantren diharapkan mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan melek teknologi. Sementara itu, istighosah dan doa bersama menjadi wujud kepedulian sosial pesantren.
Kegiatan tersebut ditujukan bagi para korban bencana di berbagai daerah. "Peran pesantren tidak berhenti pada doa, tetapi juga aksi nyata,” ujar Jazuli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....