Pemberantasan Narkoba Harus Dimulai dari Penguatan Literasi Digital dan Ketahan
- 10 Jun 2026 15:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI menggelar Webinar Literasi Digital bertema “Pemberantasan Narkoba”. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman narkoba di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat.
Anggota Komisi I DPR RI Gavriel P. Novanto menegaskan penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman multidimensional bagi bangsa. Menurutnya, peredaran narkoba kini memanfaatkan platform digital sehingga membutuhkan penguatan edukasi dan literasi masyarakat.
“Peredaran narkoba kini memanfaatkan perkembangan teknologi digital sehingga pemberantasannya harus diperkuat melalui edukasi masyarakat,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026. Ia menilai generasi muda menjadi kelompok paling rentan karena tingginya aktivitas mereka di ruang digital.
Gavriel menjelaskan jaringan narkoba memanfaatkan media sosial dan aplikasi percakapan untuk promosi serta transaksi terselubung. Ia juga menyoroti munculnya berbagai jenis narkotika baru yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan aparat.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Gavriel mendukung penguatan regulasi dan pengawasan ruang digital nasional. Ia juga mendorong perluasan program edukasi guna menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
“Kita harus membangun ketahanan digital masyarakat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh konten negatif internet,” katanya. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.
Gavriel menekankan keluarga memiliki peran strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak usia dini. Komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga dinilai menjadi benteng utama melindungi anak dari pengaruh negatif.
Narasumber Wildan Hakim menyebut narkoba sebagai jebakan kebahagiaan semu yang merusak kesehatan fisik dan mental. Ia mengingatkan berbagai anggapan tentang manfaat narkoba hanyalah mitos yang menyesatkan masyarakat.
Sementara itu, Resti MPPS menjelaskan distribusi narkoba semakin sulit diawasi akibat perkembangan teknologi digital. Ia mendorong penguatan edukasi anti-narkoba melalui keluarga, sekolah, komunitas, dan berbagai platform digital.
Webinar berlangsung interaktif dengan partisipasi pelajar, mahasiswa, komunitas digital, dan masyarakat dari berbagai daerah. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memerangi penyalahgunaan narkoba secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....