LAN Dukung Trade Corporate University Kemendag Wujudkan ASN Adaptif Berkinerja
- 05 Sep 2026 13:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Jakarta - Penguatan kompetensi aparatur di sektor perdagangan dipandang penting di tengah perubahan teknologi, digitalisasi, dinamika geopolitik, hingga perubahan perilaku konsumen. Melalui Trade Corporate University (Trade Corpu), Kementerian Perdagangan mendorong pembelajaran yang terintegrasi dengan pekerjaan agar peningkatan kapasitas ASN dapat berujung pada perbaikan kinerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dalam Peluncuran Trade Corporate University Kementerian Perdagangan dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat (2/9), Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Muhammad Taufiq, DEA, menyampaikan dukungan LAN terhadap peluncuran Trade Corpu Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang mampu terus belajar dan beradaptasi menghadapi disrupsi.
“Dalam Corporate University pembelajaran bukan dipandang sebagai sebuah event, tapi pembelajaran merupakan bagian dari terintegrasi dengan pekerjaan. Kerja, belajar sebagai sebuah proses kerja,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan yang terjadi di sektor perdagangan menuntut ASN untuk memiliki kecepatan belajar yang mampu mengikuti dinamika lingkungan. Karena itu, pembelajaran perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses kerja melalui pendekatan learning in the flow of work.
“Kalau kita bicara corporate university, kita tidak bicara kemudian tentang bagaimana individual learning, tapi kita bicara tentang organizational learning untuk meningkatkan kapasitas organisasi di perdagangan,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat kapasitas organisasi dalam merespons persoalan perdagangan. Hal ini menjadi penting mengingat sektor perdagangan memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, dunia usaha, serta daya saing Indonesia.
Bagi LAN, penguatan corporate university di Kementerian Perdagangan juga memiliki arti strategis karena sektor perdagangan berada di lini depan dalam menghadapi berbagai perubahan global. Trade Corpu dapat menjadi learning engine yang tidak hanya memperkuat kesiapan ASN Kementerian Perdagangan, tetapi juga mendorong pembelajaran lintas sektor dalam menghadapi tantangan perdagangan.
Penguatan ekosistem pembelajaran tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan ASN yang semakin kompeten dan adaptif, tetapi juga kebijakan dan layanan perdagangan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Sementara itu Menteri Perdagangan, Dr. Budi Santoso, M.Si., juga menjelaskan bahwa penguatan SDM melalui Trade Corpu diarahkan untuk mendukung sejumlah agenda strategis Kementerian Perdagangan, mulai dari pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, hingga mendorong produk lokal, UMKM, desa, dan generasi muda untuk mampu menembus pasar global.
“Pembangunan sektor perdagangan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Dalam hal ini, kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di bidang perdagangan perlu terus ditingkatkan agar dapat terus memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan perdagangan Indonesia. Hal ini sangat penting untuk beradaptasi di tengah tantangan global.” tegasnya
Budi Santoso menambahkan, Kemendag menyusun Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan SDM perdagangan jangka panjang. Cetak biru ini diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 serta arah pembangunan nasional untuk mewujudkan SDM perdagangan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, S.H., M.P.A., ikut menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran ASN pada akhirnya harus diukur dari dampak yang dihasilkan. “Pembelajaran itu tentunya bukan hanya kita belajar tapi harus memberikan dampak. Harus memberikan manfaat, harus memberikan value. Value itu bukan hanya kepada instansi pemerintah tetapi harus memberikan value kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan Trade Corpu dapat menjadi bagian dari rantai pembelajaran yang menghubungkan learning, capability, performance, organizational impact, hingga public value. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran tidak semata dilihat dari jumlah ASN yang mengikuti pelatihan atau sertifikat yang diperoleh, tetapi dari perubahan kompetensi, penerapan di tempat kerja, peningkatan kinerja, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Jadi yang diukur itu adalah tentunya kompetensi apa yang berubah, apakah itu diterapkan di tempat kerja, apakah kinerja yang membaik atau siapa yang akan merasakan manfaatnya,” tutup Rini.
Dalam implementasinya, Trade Corpu mengintegrasikan pengembangan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural dengan teknologi pembelajaran, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), manajemen talenta, serta manajemen pengetahuan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghimpun pengetahuan, pengalaman, keahlian, dan inovasi yang dimiliki insan perdagangan menjadi kekuatan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....