Menteri Maruarar Kaji Skema Baru Perumahan di TOD hingga Kawasan Padat

  • 02 Sep 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PKP mengkaji skema hunian di kawasan TOD, di atas pasar, dan kawasan padat.
  • Pemerintah menyiapkan pemanfaatan tanah negara untuk pembangunan hunian dengan melibatkan APBN, BUMN, dan swasta.
  • Astra disebut siap membangun 2.000 rumah, masing-masing 1.000 unit di Jakarta dan Bandung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri PKP, Maruarar Sirait, tengah mengkaji sejumlah skema baru penyediaan hunian untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat. Sejumlah skema yang dikaji antara lain pembangunan hunian di kawasan Transit Oriented Development atau TOD.

Pihaknya juga mengkaji pembangunan hunian di atas pasar. Selain itu, pemanfaatan lahan di kawasan padat turut menjadi bagian dari kajian tersebut.

Seluruh gagasan tersebut masih dalam tahap kajian dan memperhatikan aspek regulasi, teknis, pembiayaan, hunian, serta lingkungan. “Kita memang sedang mengkaji beberapa pola, skema, karena diminta beberapa terobosan, ada usul-usul yang saya tampung,” ujar Maruarar, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026.

Ia menargetkan hasil kajian tersebut dapat disampaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. Dari berbagai alternatif, pemerintah akan menentukan skema yang dapat dijalankan dan menghentikan wacana yang dinilai tidak memungkinkan.

“Nanti kajiannya 3 bulan lagi kita sampaikan, paling lama awal Desember lah. Karena kajiannya itu mesti komprensif, dari regulasi, konsepnya secara teknis, pembiayaan, hunian, lingkungan seperti apa,” katanya.

Maruarar mengatakan, pemerintah juga mendorong pemanfaatan tanah negara untuk pembangunan hunian. Sejumlah lahan telah mendapat dukungan dari kementerian lain.

Ini termasuk sekitar tiga hektare dari Kementerian Hukum dan sekitar 40 hingga 45 hektare di Depok dari Komdigi.

Menurutnya, pembangunan di atas tanah negara nantinya dapat melibatkan APBN, BUMN, maupun sektor swasta. Pemerintah akan menyiapkan sejumlah alternatif skema pembiayaan dan pembangunan sesuai aturan.

Maruarar mencontohkan, sektor swasta juga telah menyatakan kesiapan mendukung pembangunan rumah. Astra, misalnya, disebut siap membangun masing-masing seribu rumah di Jakarta dan Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....