Menteri PKP Targetkan Penyerapan Anggaran 2026 Capai 97 Persen
- 02 Sep 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Serapan rumah subsidi 2025 disebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
- Kuota rumah subsidi meningkat dari sekitar 220 ribu menjadi 350 ribu unit.
- Pemerintah mendorong kepemilikan rumah melalui kebijakan BPHTB dan PBG gratis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyebut penyerapan rumah subsidi pada 2025 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Capaian tersebut terjadi setelah pemerintah meningkatkan kuota rumah subsidi dari sekitar 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit.
Menurutnya, peningkatan penyerapan juga didukung sejumlah kebijakan pemerintah untuk mendorong masyarakat memiliki rumah. Di antaranya dengan menggratiskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Maruarar menyebut, sebelum tahun 2025, angka penyerapan tertinggi rumah subsidi berada di kisaran 228 ribu unit. Sementara pada tahun 2025, kuota ditingkatkan menjadi 350 ribu unit dan mencatat penyerapan tertinggi.
“Biasanya paling tinggi 228 ribu. Tahun 2025 itu 350 ribu, belum pernah terjadi,” ujar Maruarar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026.
Maruarar menegaskan, percepatan pembangunan perumahan dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong. Pemerintah, tambahnya, tidak bertindak sebagai kontraktor, pengembang, pemasok, maupun konsultan, tetapi menggalang dukungan dari berbagai pihak.
Ia mencontohkan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, sekitar 1.200 huntap telah terbangun di sejumlah wilayah di Sumatera melalui dukungan dan kerja sama berbagai pihak.
Maruarar mengatakan, pemerintah juga terus mendorong percepatan pembangunan huntap di NTT. Saat ini, pemerintah masih menunggu kesiapan lahan dari pemerintah daerah serta kondisi gempa susulan yang dinilai perlu diperhatikan.
Ia menambahkan, pembangunan perumahan akan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan dan dukungan. Mulai dari APBN, CSR, hingga gotong royong dengan sektor swasta.
Maruarar menilai kecepatan menjadi hal penting dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. Karena itu, seluruh upaya pembangunan perumahan akan dilakukan dengan tetap memperhatikan aturan, kualitas, dan kepentingan rakyat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....