Kemenperin dan UNIDO Perkuat Transformasi Industri Berkelanjutan
- 13 Jun 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin dan UNIDO memperkuat kemitraan untuk mendukung transformasi industri nasional yang berkelanjutan melalui peningkatan daya saing, teknologi, dan investasi.
- Indonesia dan UNIDO membahas percepatan Programme for Country Partnership (PCP) serta pembentukan Eco-Industrial Park Center di PIDI 4.0.
- Kedua pihak juga menjajaki kerja sama pengembangan SDM industri melalui BRICS Center for Industrial Competence dan industri nikel berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) memperkuat kemitraan untuk mendukung transformasi industri nasional yang berkelanjutan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri, memperluas akses teknologi, serta mendorong investasi.
Penguatan kemitraan ditegaskan melalui pertemuan Menteri Perindustrian dengan Deputy to the Director General and Managing Director UNIDO. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dialog yang sebelumnya dilakukan pada BRICS PartNIR Forum 2026 di Xiamen.
“Kemitraan dengan organisasi internasional dan negara sahabat perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi industri Indonesia. Kemitraan tersebut diharapkan mendorong inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan daya saing nasional di tengah dinamika global,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kementerian Perindustrian dan UNIDO telah menjalin kerja sama sejak 2009 melalui berbagai program pengembangan industri. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan industri hijau, peningkatan kapasitas manufaktur, serta penguatan daya saing industri nasional.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy bertemu dengan Zou Ciyong. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program kerja sama yang sedang berjalan antara Indonesia dan UNIDO.
Salah satu agenda yang dibahas adalah percepatan penyusunan Programme for Country Partnership (PCP). Kerangka kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi Indonesia dan UNIDO di berbagai sektor industri.
“Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif yang dibahas dalam forum BRICS PartNIR dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret,” kata Tri Supondy.
Kedua pihak membahas pembentukan Eco-Industrial Park (EIP) Center di Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Pusat tersebut dirancang untuk mempercepat transformasi kawasan industri menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Saat ini, Kementerian Perindustrian dan UNIDO telah membentuk tim teknis untuk menyiapkan berbagai aspek operasional pusat tersebut. Langkah ini diharapkan mendukung pengembangan kawasan industri yang lebih modern dan berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia dan UNIDO membahas peluang kerja sama melalui BRICS Center for Industrial Competence (BCIC). Inisiatif tersebut dinilai dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia industri dan mempercepat penerapan teknologi manufaktur digital.
Pembahasan juga mencakup pengembangan industri nikel berkelanjutan melalui inisiatif yang dijalankan UNIDO bersama Tsingshan Holding Group dari Tiongkok. Indonesia menyambut baik berbagai upaya yang mendukung hilirisasi industri mineral dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....