Kementerian Ekonomi Kreatif dan BPS Sepakat Perkuat Basis Data Sektor Ekraf
- 10 Jun 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik memperkuat kolaborasi untuk membangun data ekonomi kreatif.
- Fokus kerja sama mencakup penguatan statistik PDB ekraf, ekspor, pengembangan KBLI, serta dukungan Sensus Ekonomi 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif menerima audiensi dari Badan Pusat Statistik (BPS), di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Pertemuan itu guna memperkokoh fondasi data ekonomi kreatif nasional yang lebih komprehensif dan akurat.
Pertemuan mencakup penguatan statistik nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf, ekspor barang dan jasa ekonomi kreatif. Kemudian, pengembangan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ekonomi kreatif, hingga dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Kami mengapresiasi atas kolaborasi yang telah berjalan dengan BPS sebagai mitra paling strategis. Sehingga data statistik bisa menjadi modal dasar Kementerian Ekraf dalam membangun fondasinya,” kata Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.
Selain penguatan statistik, kedua lembaga juga membahas pengembangan cakupan aktivitas ekonomi kreatif dalam KBLI 2025. Hal ini agar pemerintah dapat mengakomodasi perkembangan model bisnis, teknologi, dan aktivitas kreatif yang terus berkembang.
Menteri Ekraf menilai, sektor ekraf memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat kelas menengah. Sektor ini, menurutnya, juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
“Ke depan, ekonomi kreatif Indonesia bicara tentang bagaimana karya dan talenta kreatif Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kami siap mendukung prioritas agenda BPS seperti Sensus Ekonomi 2026 dan Survei Angkatan Kerja Nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, sektor ini bertumbuh dan memiliki dampak inklusif yang kuat terhadap masyarakat Indonesia. Pihaknya berkomitmen mengembangkan statistik ekonomi kreatif, termasuk memperluas pencatatan aktivitas ekonomi berbasis digital dan jasa.
“Disinilah ekonomi kreatif menjadi sektor yang tumbuh pesat yang begitu unik. Sebab tiap subsektornya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif karena banyak mempekerjakan masyarakat lokal,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....