Ledakan Pipa di Pabrik Kimia Cilegon, Menperin Agus Turunkan Tim Pengawasan
- 26 Mei 2026 14:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita merespons insiden ledakan pipa di PT MCCI dengan mengerahkan tim pengawasan (Wasdal) ke lokasi.
- Tim melakukan koordinasi, identifikasi penyebab, serta memastikan mitigasi sesuai standar keselamatan industri kimia.
- Kemenperin menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh sistem keamanan dan penerapan K3 untuk mencegah insiden serupa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, merespons insiden ledakan pipa steam reactor PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI). Perusahaan ini merupakan perusahaan yang menghasilkan purified terephthalic acid (PTA) di Cilegon, Banten.
Menperin Agus menginstruksikan tim pengawasan dan pengendalian (Wasdal) ke lokasi. Tim ini melalui Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil serta Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional.
“Bapak Menteri Perindustrian memberikan perhatian terhadap insiden tersebut. Jajaran teknis melakukan pengawasan, koordinasi, serta memastikan kondisi operasional industri dan keselamatan pekerja serta masyarakat disekitar lokasi,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Tim Wasdal Kemenperin diterjunkan untuk berkoordinasi dengan manajemen perusahaan, aparat terkait, serta pemerintah daerah. Mereka melakukan identifikasi awal terhadap penyebab insiden sekaligus memastikan langkah mitigasi sesuai standar keselamatan dan keamanan industri kimia.
Kementerian Perindustrian menegaskan, aspek keselamatan kerja dan keamanan operasional industri merupakan prioritas utama dalam pengembangan sektor manufaktur nasional. Khususnya pada industri kimia yang memiliki risiko operasional tinggi.
Selain melakukan pengawasan terhadap penanganan insiden, Kemenperin juga meminta perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proses produksi. Kemudian, kelayakan peralatan industri, serta penerapan standar Keselamatan dan Keamanan secara lebih ketat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat agar terus meningkatkan disiplin operasional, penerapan K3, serta preventive maintenance terhadap fasilitas produksi,” ujarnya. Pihaknya juga memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan insiden hingga kondisi operasional dinyatakan aman dan stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....