Ekraf Tech Summit 2025 Perkuat Inovasi Kreatif
- 16 Des 2025 23:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Ekraf Tech Summit 2025. Ini untuk mendorong pemanfaatan creative technology dalam menjawab tantangan mobilitas nasional.
Pembangunan infrastruktur tidak hanya fisik tetapi memerlukan pendekatan yang lebih holistik serta kolaborasi lintas sektor. Ekraf Tech Summit 2025 yang berlangsung pada 16–17 Desember 2025 di Hotel Pullman, Jakarta ini menampilkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan melalui kerangka hexahelix.
“Hari ini kita menyatukan energi untuk tidak hanya membayangkan masa depan, tetapi juga menilai tantangan sekaligus peluang yang ada. Pendekatan strategis, integrasi kebijakan, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat," kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam keterangannya.
Diketahui pemerintah berperan sebagai orkestrator dan katalis, didukung mitra internasional dan mitra nasional, regulator dan sektor keuangan termasuk OJK. Lalu kementerian dan lembaga untuk sinkronisasi kebijakan dari hulu ke hilir, kreator sebagai sumber ide, serta investor yang mendorong komersialisasi dan keberlanjutan inovasi.
Pada pembukaan acara, pertunjukan tari tradisional dari Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara ditampilkan sebagai simbol solidaritas. Serta penghormatan terhadap masyarakat di wilayah terdampak bencana.
"Tentunya, dalam mewujudkan hal ini, peran berbagai pihak. Termasuk ekonomi kreatif, sangat diperlukan untuk mendukung inovasi dan solusi nyata,” ujar AHY.
Menko AHY juga menyoroti tantangan besar Indonesia dalam menghadapi urbanisasi, tingginya biaya logistik, keselamatan transportasi. Serta dampak lingkungan, sehingga diperlukan pendekatan mobility beyond infrastructure yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan pengalaman pengguna.
Untuk itu Ekraf Tech Summit yang mengusung tema Creative Technology for Smarter Mobility juga berkolaborasi dengan Intelligent Transport System (ITS) Indonesia. Ini dengan tujuan memperkuat integrasi teknologi, desain, data, dan kreativitas manusia dalam pembangunan sistem mobilitas yang inklusif dan adaptif.
"Ini adalah terobosan yang sangat baik dan menjadi awal untuk menghadirkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Infrastruktur merupakan tulang punggung mobilitas, namun juga membutuhkan pemikiran kreatif dan inovasi teknologi agar sistem transportasi semakin aman, efisien, dan berpusat pada manusia," kata Menko AHY.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kementerian Ekraf menyelenggarakan Ekraf Tech Innovation Challenge 2025 yang berfokus pada pengembangan solusi inovatif di sektor transportasi dan mobilitas cerdas. Dari lebih dari 130 inovasi yang masuk, terpilih 10 kandidat terbaik yang menghadirkan solusi berbasis AI, IoT, dan teknologi digital lainnya.
Yakni HIBER TECH, PT Hakaaaston, TransTrack, Solusi247, niriksagara.id, CargoLens, Cargovision, Mimo Mobility & Hoomi Social, PT Netkrom Solusindo, serta NextCargos. Lalu untuk kemudian diseleksi menjadi 3 inovasi unggulan yang akan mengikuti program akselerasi dan pilot project pada 2026.
“Tantangan pembangunan tidak dapat dijawab dengan pendekatan konvensional semata. Infrastruktur dan mobilitas tidak cukup hanya bertumpu pada beton dan baja, tetapi juga memerlukan data, desain, dan teknologi yang berpusat pada kreativitas manusia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky
Sebagai penguatan kolaborasi lintas sektor, dalam rangkaian Ekraf Tech Summit 2025 juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Antara Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf dengan Global Green Growth Institute (GGGI) terkait kolaborasi riset dan pengembangan bisnis (R&DB).
Ini untuk mendorong inovasi climate technopreneurship, serta dengan Perkumpulan Sistem Transportasi Cerdas Indonesia (ITS Indonesia) mengenai pengembangan ekosistem mobilitas cerdas. Pada kesempatan yang sama, Menteri Ekraf Teuku Riefky meninjau pameran inovasi dan booth para kandidat terpilih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....