KemenEKRAF Genjot Aplikasi Nasional di APICTA 2026
- 20 Jun 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KemenEkraf dukung percepatan aplikasi nasional lewat APICTA Awards dan In-Apps 2026.
- Investasi subsektor aplikasi capai Rp61,33 triliun di Triwulan I 2026 (47% target RPJMN).
- APICTA 2026 hadirkan program baru untuk dorong inovasi, bisnis, dan ekspansi global.
RRI.CO.ID, Jakarta - KemenEKRAF menyatakan komitmennya dalam mendukung percepatan pertumbuhan aplikasi nasional. Terutama melalui penyelenggaraan Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA Awards) dan Indonesia Applications Summit (In-Apps) 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. Ia melakukan pertemuan bersama Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) dan PT Kaya Kreasi Kreatif.
Menteri Ekraf mengatakan, pengembangan aplikasi sejalan dengan program prioritas Presiden yang tertuang dalam RPJMN. Menurutnya, perkembangan subsektor aplikasi terus menunjukkan tren positif.
Hal itu terlihat dari nilai investasi subsektor ini pada Triwulan I 2026 yang mencapai Rp61,33 triliun. Angka ini setara sekitar 47 persen dari target RPJMN 2026 sebesar Rp131,0–146,46 triliun.
“Memang kita melihat bahwa potensi aplikasi ini berkembang pesat. Untuk itu, kehadiran Kementerian Ekraf berfokus pada akselerasi pegiat ekraf,” kata Teuku Riefky.
Ketua Umum ASPILUKI, Djarot Subiantoro, menilai APICTA menjadi ajang penting bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di sektor digital. “Tantangan software IT kita hadapi saat ini adalah terkait hilirisasi digital,” ucap Djarot.
Ia menambahkan, pentingnya APICTA guna memperoleh eksposur di luar negeri dan para pengusaha aplikasi muda dapat berbicara banyak. Apalagi, acara tersebut tahun ini diadakan di Indonesia.
Komisaris PT Kaya Kreasi Kreatif, Aditya Adiguna, mengatakan pihaknya akan menghadirkan dua program baru dalam rangkaian APICTA 2026. Tujuannya memperkuat kapasitas inovator dan pelaku industri digital melalui pembelajaran pengembangan bisnis, pemasaran produk, dan komersialisasi hasil kreativitas.
“Tema yang kita ambil yaitu Connecting Innovation Across Asia Pacific and Beyond. Kita tahu bahwa peserta-pesertanya berasal dari negara-negara Asia Pasifik dan nantinya ditandingkan,” kata Aditya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....