Kenali Enam Rukun Dalam Ibadah Haji

  • 21 Mei 2024 10:36 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate : Naik haji bagi yang mampu merupakan rukun Islam yang kelima. Setiap ummat Islam, mendambakan menjadi tamu Allah di Baitullah. Jutaan ummat Islam di seluruh dunia akan bertemu di tanah suci. Saat ini pemberangkatan Calon Jemaah Haji pun mulai dilaksanakan.

Sebelum berangkan Calon Jemaah Haji diharapkan telah membekali diri dengan pengatahuan tentang ibadah haji, salah satunya adalah rukun haji. Berdasarkan Wikipedia, rukun haji adalah syarat wajib yang harus dilakukan saat menunaikan ibadah haji. Yang terdiri dari : ihram, wukuf di Arafah, thawaf, sa'i, tahallul dan tertib.

1. Ihram

Ihram yakni berniat untuk melaksanakan ibdah haji. Ihram mempunyai makna 'terlarang' atau 'tercegah'.Dengan berihram bukan hanya sekadar memakai pakaian ihram yang serba putih saja, tetapi lebih dari itu, seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji harus mampu mencegah dari berkata kasar, menikah, jima', dan lain-lain.

2. Wukuf di Arafah

Waktu wukuf dimulai dari bergesernya matahari dari tengah-tengah langit ke arah barat pada hari Arafah, yakni ke-9 bulan Dzulhijjah dan berlangsung hingga terbit fajar berikutnya pada hari raya kurban.

Wukuf merupakan rukun haji yang tidak boleh dilewatkan. Wukuf juga sering kali disebut sebagai inti dari ibadah haji. Untuk itu, biasanya Kementerian Agama menyiapkan layanan safari wukuf untuk membantu jemaah haji Indonesia yang sedang sakit saat menuju Padang Arafah.

3. Thawaf

Thawaf adalah salah satu rukun haji yang berupa kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, 3 putaran yang pertama disarankan berlari-lari kecil sedangkan sisanya berjalan seperti biasanya.Thawaf dimulai dari hajar aswad dan berakhir pada batu itu pula.

4. Sa'i

Sa'i merupakan kegiatan dalam rukun haji yang berupa berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali putaran.

5. Tahallul

Rukun haji yang berikutnya adalah Tahallul sebagai tahapan akhir dari proses ibadah haji. Tahallul dilakukan dengan memotong/mencukur rambut. Bagi jemaah pria dianjurkan mencukur sebagian rambut kepala atau memendekkannya, bahkan lebih utama untuk menggundulinya. Sedangkan wanita, utamanya adalah memendekkan rambut saja karena menggundulkannya adalah makruh.

Mencukur rambut minimal tiga helai. Dan memotong rambut tidak bisa digantikan dengan memotong kumis atau jenggot. Waktu yang tepat untuk mencukur rambut dimulai pada tengah malam hari raya kurban.

6. Tertib

Tertib berarti segala rukun haji harus dilakukan secara berurutan. Tidak boleh ada yang terlewati.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....