Kemenhaj Bakal Pandu Kemabruran Jemaah usai Berhaji
- 10 Jun 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Musyrif Diny (pembimbing ibadah haji) bersama Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan panduan pembinaan kemabruran haji
- Hal itu akan menjadi rujukan bagi jamaah pascapulang ke Indonesia
RRI.CO.ID, Tangerang - Musyrif Diny bersama Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan panduan pembinaan kemabruran haji. Panduan tersebut akan menjadi rujukan bagi jemaah setelah kembali ke Indonesia.
“Kami sudah sepakat dengan Dirjen Bina Haji untuk menyusun suatu panduan yang bisa dijadikan sebagai referensi. Khususnya dalam membina kemambruran haji kita pascamereka menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” ujar Anggota Musyrif Diny Faturahman Kamaldi Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Faturahman, penyusunan panduan menjadi bagian target utama penyelenggaraan haji tahun ini. Target tersebut mencakup sukses peradaban dan keadaban, selain sukses ritual ibadah haji.
Ia menjelaskan Musyrif Diny bertugas memastikan seluruh rangkaian ibadah jemaah berjalan sesuai syariat. Pelaksanaan ibadah juga harus mengikuti kaidah fikih Islam yang telah ditetapkan.
Dalam menjalankan tugasnya, Musyrif Diny menjembatani beragam pandangan keagamaan yang berkembang di masyarakat. Mereka juga memperhatikan berbagai fatwa yang menjadi rujukan umat Islam Indonesia.
Prinsip pertama adalah menerapkan paradigma fikih yang memudahkan pelaksanaan ibadah bagi seluruh jemaah. Pendekatan ini terutama ditujukan bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
Dengan demikian, jemaah dapat beribadah secara optimal dan nyaman. “Kami sepakat menggunakan paradigma fikih yang memudahkan jemaah tanpa mengabaikan ketentuan syariat,” katanya.
Prinsip kedua adalah menjadikan ibadah haji sebagai sarana transformasi sosial yang berkelanjutan. Haji diharapkan melahirkan pribadi berakhlak dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Sementara itu, anggota Musyrif Diny lainnya, Afifuddin, mengatakan haji tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan. Haji juga menjadi proses pembentukan karakter yang berdampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan haji 1447 Hijriah berjalan dengan baik dan menunjukkan capaian positif. Capaian itu terlihat dalam pelayanan, pendampingan ibadah, dan penguatan nilai peradaban.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan kehadiran para kiai di Musyrif Diny untuk memastikan semua ritual. Semua kegiatan para peserta haji, sesuai dengan setiap aturan yang telah ditentukan dalam agama.
“Alhamdulillah, saya dan tim dari Kementerian Haji menyambut kedatangan sebagian dari Musyrif Diny yaitu para kiai, para alim, yang kami undang untuk bergabung dengan kami. Utamanya dalam rangka memastikan semua ritual, semua kegiatan para haji kita memang sesuai dengan setiap aturan yang telah ditentukan dalam agama,” ujar Irfan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....