Kepulangan Jemaah Haji Melalui Bandara Soetta Berkurang 432 Jiwa
- 31 Mei 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jumlah jemaah haji yang kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkurang 182 jiwa
- Semula berangkat 35.285 jiwa menjadi 34.853 jemaah haji
RRI.CO.ID, Tangerang - Jumlah jemaah haji yang kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkurang 182 jiwa. Semula jemaah yang berangkat sebanyak 35.285 jiwa, namun menjadi 34.853 jemaah haji.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Heru Karyadi mengatakan, sebanyak 34.853 jemaah haji akan kembali ke Tanah Air mulai 1-30 Juni 2026. "Fase kepulangan jamaah haji dimulai pada 1 Juni 2026 melalui Terminal 2F dengan kedatangan kloter pertama dari Jeddah," kata Heru dalam keterangannya, Minggu, 31 Mei 2026.
Menurutnya, total 34.853 haji yang akan kembali ke Indonesia dimulai dari dua debarkasi. Keduanya yakni Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi dengan jumlah 830 jiwa.
"Jumlah tersebut terdiri atas 389 jemaah haji Debarkasi Jakarta-Pondok Gede dan 441 jemaah haji Debarkasi Jakarta-Bekasi. Ditambah delapan petugas kloter yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines," katanya, menjelaskan.
Menurutnya, secara keseluruhan fase kepulangan haji melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melayani kedatangan 84 kelompok terbang (kloter). Jumlah tersebut terdiri dari 8.701 haji Debarkasi Jakarta-Pondok Gede, 12.092 haji Debarkasi Jakarta-Bekasi.
"Kemudian, 9.096 haji Debarkasi Banten, serta 4.964 haji asal Lampung. Mereka tergabung dalam Debarkasi Jakarta-Pondok Gede," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Asrama Haji Grand El Hajj Cipondoh, Debarkasi Banten, Ahmad Muwafiq mengatakan, berkurangnya jumlah kepulangan jemaah haji dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya, adanya jemaah haji yang wafat di Tanah Suci.
Diketahui, dua jemaah haji asal Banten meninggal dunia di Tanah Suci. Kabar duka ini datang dari rombongan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 17 asal Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kedua jemaah tersebut diketahui bernama Santana dan Iwan Setiawan. Mereka meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit Arab Saudi.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Layanan Umum Pandeglang, Raden Yunce Dewi membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, salah satu jemaah haji 2026, Iwan Setiawan diduga mengalami gangguan kesehatan terkait jantung.
“Yang meninggal ada dua orang dari kloter kami, pertama Santana, kemudian Pak Iwan Setiawan. Informasinya beliau sempat pingsan, karena faktor jantung,” ujarnya, Sabtu 30 Mei 2026.
Iwan Setiawan sempat pingsan di kamar mandi sebelum mendapat penanganan medis. Santana sempat mengikuti rangkaian ibadah haji, namun kondisi kesehatannya menurun sehingga dirawat di rumah sakit.
Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan kedua jenazah tidak dipulangkan ke Indonesia. Keduanya akan dimakamkan di Mekkah sesuai prosedur yang berlaku bagi jemaah haji yang wafat di Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....