Menteri Haji dan Umrah Tekankan Trisukses Haji pada Penyelenggaraan Haji 2026

  • 26 Mei 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menekankan trisukses haji dalam penyelenggaraan haji 2026.
  • Pemerintah memprioritaskan keselamatan dan pelayanan jemaah selama di Tanah Suci.
  • Pelayanan haji tahun ini mengusung konsep ramah lansia, disabilitas, dan kemanusiaan.

RRI.CO.ID, Arafah - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya mewujudkan trisukses haji dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Menurutnya, seluruh petugas haji memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kelancaran pelayanan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Ia mengingatkan, ibadah haji merupakan momentum penting bagi umat Islam dari berbagai negara. “Kita berada di Arafah tanpa sekat, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama,” katanya dalam khutbah wukuf di Arafah, Selasa, 26 Mei 2026..

Menteri yang akrab disapa Gus Irfan ini menyebut pemerintah ingin memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan dengan baik hingga akhir operasional haji. Menurutnya, capaian pelayanan yang telah diraih saat ini perlu terus dipertahankan sampai seluruh rangkaian ibadah selesai.

“Kita harus mensyukuri segala capaian yang sudah diraih. Upaya mempertahankan capaian itu harus terus dilakukan sampai selesainya operasional haji,” ujarnya.

Gus Irfan mengatakan, lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi pada musim haji tahun ini. Selain itu, ribuan petugas juga telah disiagakan untuk mendukung pelayanan dan perlindungan jemaah.

Menurutnya, trisukses haji menjadi fokus utama pemerintah dalam penyelenggaraan haji 2026. Trisukses tersebut meliputi sukses spiritual, sukses ekonomi umat, dan sukses peradaban serta kebangsaan.

“Trisukses haji ini meliputi sukses spiritual bagi jemaah haji. Selain itu juga sukses ekonomi umat dan sukses peradaban serta kebangsaan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan, keselamatan jiwa dan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, seluruh petugas harus bergerak cepat dan memahami kebutuhan jemaah di lapangan.

“Setiap petugas harus bergerak dengan tepat dan sigap. Petugas juga harus memahami kebutuhan setiap jemaah,” katanya.

Di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang dinamis, ia bersyukur proses kedatangan jemaah Indonesia sejauh ini tetap berjalan lancar. Pemerintah juga terus mengedepankan pelayanan yang ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah kemanusiaan.

“Harapannya semua yang kita lakukan ini dengan dasar pelayanan ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah kemanusiaan. Itu menjadi perhatian penting dalam pelayanan jemaah haji tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan berbagai layanan pendukung seperti konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan untuk memastikan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji. Pada akhir sambutannya, Gus Irfan mengajak seluruh petugas menjaga semangat pelayanan dan bekerja dengan penuh keikhlasan demi kelancaran ibadah haji Indonesia 1447 Hijriah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....