Petugas Haji Imbau Jemaah Lansia Kurangi Aktivitas jelang Puncak Armuzna

  • 26 Mei 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Petugas mengimbau jemaah rutin minum dan menghindari cuaca panas.
  • Petugas mengimbau jemaah rutin minum dan menghindari cuaca panas.Petugas mengimbau jemaah rutin minum dan menghindari cuaca panas.
  • Jemaah lansia diminta mengurangi aktivitas berlebihan jelang Armuzna.

RRI.CO.ID, Makkah - Petugas haji mengimbau jemaah lanjut usia untuk menjaga kondisi fisik menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Imbauan tersebut diberikan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat cuaca panas dan aktivitas fisik yang berlebihan.

Kepala Seksi PKPPJH dan Layanan Lansia Disabilitas Daker Makkah, Ridwan Siswanto mengatakan, pihaknya telah memberikan berbagai edukasi kepada jemaah lansia sejak beberapa hari terakhir. Edukasi tersebut diberikan agar jemaah tetap dalam kondisi fit sebelum menjalani fase Armuzna.

“Agar bisa beristirahat cukup, tidak beribadah berlebihan ke Masjidil Haram. Kemudian sering minum, dan menggunakan penutup kepala untuk menghindari sengatan panas langsung ke tubuh,” kata Ridwan dalam wawancara bersama Pro3 RRI, Selasa 26 Mei 2026.

Menurutnya, petugas juga mengimbau jemaah untuk mengatur waktu ibadah pada jam-jam dengan cuaca lebih teduh. Hal tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kelelahan dan dehidrasi pada jemaah lansia.

“Jam beribadah pun juga kami sudah himbau di jam-jam yang cuaca mulai teduh. Mulai sore sampai malam hari atau subuh menjelang pagi,” ujarnya.

Ridwan mengatakan, PPH Arab Saudi juga telah memberikan waktu istirahat selama dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan menuju Arafah. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi jemaah tetap prima saat memasuki puncak ibadah haji.

“PPIH Arab Saudi juga sudah memberikan waktu istirahat sekitar dua sampai tiga hari sebelum menjelang Arafah. Agar para jemaah ini sudah dalam kondisi fit saat melakukan fase Armuzna nanti,” ucapnya.

Meski demikian, diakuinya, sejumlah jemaah lansia mengalami gangguan kesehatan setelah tiba di Tanah Suci. Kondisi tersebut diduga dipicu dehidrasi, kurang istirahat, hingga kelelahan selama menjalankan aktivitas ibadah.

Ridwan menyebut, beberapa jemaah bahkan mengalami gangguan memori dan perubahan perilaku selama berada di Makkah. Kondisi itu membuat petugas harus melakukan pemantauan lebih intensif terhadap jemaah lansia.

“Jadi mereka banyak terjadi gangguan memori, gangguan perilaku. Ada yang tidak merasa ada di tanah suci, minta pulang terus,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....