Safari Wukuf Fasilitasi 276 Jemaah Lansia dan Disabilitas pada Puncak Haji 2026

  • 26 Mei 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Safari Wukuf disiapkan untuk 276 jemaah lansia dan disabilitas.
  • Sebanyak 15 bus digunakan untuk mendukung pelaksanaan wukuf di Arafah.
  • Program diperuntukkan bagi jemaah dengan kondisi kesehatan khusus.

RRI.CO.ID, Jakarta - Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKPPJH) bersama layanan lansia dan disabilitas (Landis) menyiapkan program Safari Wukuf. Program ini untuk membantu jemaah dengan kondisi kesehatan khusus selama fase Armuzna pada musim haji 2026.

Kepala Seksi PKPPJH dan Layanan Lansia Disabilitas Daker Makkah, Ridwan Siswanto mengatakan program tersebut diperuntukkan bagi jemaah yang tidak memungkinkan mengikuti rangkaian ibadah haji reguler. Program ini ditujukan bagi lansia dan disabilitas dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Safari Wukuf ini kami menampung para jemaah yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji reguler. Jadi para lansia dengan berbagai penyakit penyerta tetap bisa menjalankan wukuf dengan pendampingan petugas,” kata Ridwan dalam wawancara bersama Pro3 RRI, Selasa 26 Mei 2026.

Menurutnya, jemaah yang masuk program Safari Wukuf umumnya memiliki penyakit penyerta seperti gangguan jantung, riwayat stroke, hingga gangguan paru-paru. Ada pula jemaah yang mengalami cedera selama menjalankan ibadah haji sehingga tidak memungkinkan mengikuti seluruh rangkaian Armuzna.

Ridwan menjelaskan pihaknya menyiapkan 15 bus khusus untuk mengangkut jemaah menuju Arafah. Para jemaah nantinya menjalani wukuf dari dalam bus dengan mendengarkan ceramah dan beribadah.

“Jumlahnya ada sekitar 276 jemaah lansia dengan disabilitas yang kita fasilitasi. Kami juga menyiapkan 15 bus khusus untuk mendukung pelaksanaan Safari Wukuf,” ujarnya.

Ia menambahkan para jemaah akan diberangkatkan dengan menggunakan bus khusus disabilitas. Setelah mengikuti rangkaian ibadah wukuf, jemaah akan langsung dibawa kembali ke hotel untuk beristirahat.

“Untuk ibadah lempar jumrah nantinya akan dibadalkan oleh petugas. Kondisi kesehatan jemaah memang tidak memungkinkan mengikuti seluruh rangkaian Armuzna secara langsung,” ucapnya.

Selain jemaah dengan gangguan fisik, program Safari Wukuf juga diperuntukkan bagi jemaah yang mengalami gangguan memori akut selama berada di Tanah Suci. Beberapa jemaah dilaporkan mengalami disorientasi hingga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ridwan mengatakan seluruh peserta Safari Wukuf telah melalui pemeriksaan dan rekomendasi dokter kloter. Jemaah dipilih berdasarkan kondisi kesehatan dan kemampuan mengikuti rangkaian ibadah haji reguler.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....