Petugas Haji Waspadai Gangguan Kesehatan Jemaah Lansia di Tanah Suci
- 26 Mei 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebagian jemaah haji yang dirawat merupakan kelompok lansia dengan penyakit bawaan seperti diabetes dan hipertensi.
- Cuaca panas, kelelahan, dan padatnya aktivitas ibadah memicu penurunan kondisi kesehatan jemaah selama di Tanah Suci.
- Petugas kesehatan mengimbau keluarga terus memberikan dukungan agar jemaah tetap fokus menjaga kesehatan dan ibadah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dhani Pramudya mengatakan banyak jemaah yang dirawat merupakan kelompok lanjut usia. Selain faktor usia, banyak jemaah juga memiliki penyakit bawaan dengan kategori risiko tinggi selama menjalankan ibadah haji.
Ia menjelaskan sebagian jemaah sebelumnya rutin menjalani pengobatan akibat diabetes dan tekanan darah tinggi di Indonesia. Menurutnya, kondisi cuaca panas serta kelelahan membuat tekanan darah jemaah meningkat selama berada di Tanah Suci.
"Yang lansia juga ada dan rata-rata risiko tingginya cukup banyak. Jemaah yang sebelumnya rutin menjalani pengobatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia mengatakan, keterbatasan waktu dan aktivitas ibadah yang padat turut memengaruhi kondisi kesehatan para jemaah haji. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan kesehatan berkembang hingga memengaruhi kondisi tubuh jemaah secara menyeluruh selama menjalankan ibadah.
Untik itu, ia meminta keluarga di Tanah Air terus memberikan semangat kepada anggota keluarga yang sedang menunaikan ibadah haji. Menurutnya, dukungan keluarga penting untuk menjaga semangat dan konsentrasi jemaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
"Kami berharap keluarga tetap memberikan semangat kepada orang tua, dan saudara. Maupun kerabat yang sedang berhaji agar tetap fokus beribadah dan menjaga kesehatan," ucapnya.
Ia mengimbau jemaah tetap menjaga diri dan menghindari aktivitas yang tidak diperlukan selama berada di Tanah Suci. Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan suhu panas berpotensi memicu penurunan kondisi kesehatan. "Kami menghimbau kepada tim kesehatan dan seluruh petugas haji untuk mengantisipasi jemaah Risti (risiko tinggi) maupun Lansia (lanjut usia), agar terhindar dari demensia," ucapnya.
Ia menjelaskan, cuaca panas dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan berat, penurunan kesadaran. Sehingga gangguan daya ingat pada jemaah dengan kondisi fisik rentan maupun penyakit bawaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....