Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan ke Arafah Jalani Puncak Ibadah Haji

  • 26 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah secara bertahap.
  • Pemerintah mengingatkan jemaah menjaga aturan ihram dan kondisi kesehatan.
  • Sebanyak 657 petugas Satgas Arafah disiagakan selama fase Armuzna.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, waktu Arab Saudi. Keberangkatan tersebut menjadi awal rangkaian puncak ibadah haji pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Ulfa Assegaf, mengatakan proses pergerakan jemaah dilakukan dari hotel masing-masing menuju Arafah. Tahapan ini dinilai sangat penting karena membutuhkan kesiapan fisik dan mental para jemaah.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji. Hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji,” ujar Maria di Jakarta dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026..

Ia menjelaskan pemberangkatan jemaah dibagi ke dalam tiga tahap waktu. Proses keberangkatan dilakukan pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

Ia meminta seluruh jemaah mengikuti jadwal yang telah ditentukan petugas. Jemaah juga diimbau tidak berjalan sendiri dan tetap bersama rombongan selama perjalanan menuju Arafah.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Tidak bergerak sendiri, dan selalu mematuhi arahan petugas,” katanya.

Selain kesiapan teknis, pemerintah juga mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan ihram selama menjalani rangkaian ibadah haji. Ketentuan tersebut berlaku bagi jemaah laki-laki maupun perempuan.

Maria menjelaskan jemaah laki-laki tidak diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh serta penutup kepala yang melekat. Sementara jemaah perempuan diminta tidak menggunakan cadar dan sarung tangan saat berihram.

“Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, dan menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram,” ujarnya.

Kementerian Haji dan Umrah juga meminta jemaah menjaga kondisi kesehatan selama fase Armuzna. Tahapan tersebut membutuhkan stamina tinggi karena aktivitas ibadah dilakukan di tengah cuaca panas.

Ia juga mengimbau jemaah menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat berada di luar ruangan. Bagi jemaah dengan riwayat penyakit tertentu, obat pribadi diminta selalu dibawa selama menjalani ibadah.

Maria meminta jemaah segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, menjaga kondisi tubuh menjadi bagian penting agar ibadah dapat berjalan lancar.

“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan,” tegasnya.

Untuk mendukung pelayanan selama puncak ibadah haji, pemerintah menyiapkan pos kesehatan di Arafah dan Mina. Selain itu, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga telah disiagakan di berbagai titik layanan.

Petugas tersebut bertugas memastikan layanan transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah berjalan optimal. Pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalani puncak ibadah haji dengan aman dan lancar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....