Mewujudkan Konsep Tri Sukses Haji demi Kemaslahatan Bangsa

  • 26 Mei 2026 12:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konsep Tri Sukses Haji di antaranya sukses ritual, ekonomi, dan keadaban.
  • Konsep ini diharapkan akan membentuk jemaah yang bertakwa serta memberi manfaat bagi bangsa dan masyarakat.

RRI.CO.ID, Makkah – K.H. Asep Saifuddin Chalim menguraikan konsep Tri Sukses Haji yang diusung tahun ini demi kemaslahatan kolektif umat. Slogan tersebut memuat tiga target utama yaitu sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, dan sukses keadaban.

Sukses ritual menekankan keabsahan seluruh rangkaian manasik haji sesuai dengan ketentuan tuntunan syariat Islam. Sukses ritual berarti jemaah mampu menjalankan haji dengan benar, mulai dari Wukuf, Tawaf, dan rukun lainnya dilaksanakan sesuai ketentuan syariat.

"Karena itu, kesuksesan paling utama dalam haji adalah sahnya ibadah. Jemaah harus memahami rukun haji sampai tata cara ibadah sesuai tuntunan syariat," ucapnya dalam khutbah Wukuf di Arafah, Selasa, 26 Mei 2026.

Sementara itu, sukses ekosistem ekonomi mewajibkan pengelolaan dana jemaah secara amanah, jujur, serta transparan. Beliau menekankan uang jemaah adalah amanah, layanan jemaah adalah amanah, dan setiap kontraknya adalah amanah.

"Maka dari itu, setiap rupiahnya harus dijaga," ujarnya. Tidak boleh ada ruang untuk kelalaian, pemborosan, atau kepentingan yang merugikan jemaah.

"Jika ekosistem haji dikelola dengan benar, haji tidak hanya mengantarkan jemaah menuju kemabruran. Tetapi haji di sisi yang lain juga dapat menguatkan ekonomi umat," ucap Kiai Asep.

Adapun sukses keadaban dan peradaban diharapkan mampu membentuk kesalehan individu sekaligus kesalehan sosial jemaah. Para haji baru dituntut menjadi penengah di masyarakat dan pembawa kesejukan bagi tanah air.

Kiai Asep mengingatkan, Tri Sukses Haji bukan sekadar slogan. Tetapi merupakan arah khidmah atau cara untuk memastikan bahwa ibadah haji memberi manfaat bagi pribadi, umat, bangsa, dan peradaban.

Menurutnya, Haji harus menguatkan kesalehan sosial sekaligus menjadi katalisator peradaban nasional. Dalam sejarah bangsa, banyak pendiri dan penggerak kemerdekaan adalah para haji.

Mereka pulang dari tanah suci dengan kesadaran baru, dengan keberanian moral, dengan semangat membela umat, dan dengan tekad membangun bangsa.

"Maka hari ini, dari Arafah, kita berdoa agar jemaah haji Indonesia pulang sebagai manusia yang lebih bertakwa. Pulang sebagai pribadi yang lebih bermanfaat,

sebagai keluarga yang meneduhkan, warga bangsa yang lebih mencintai Indonesia, dan hamba Allah yang membawa rahmat bagi sesama," ujarnya.

Pada penghujung khutbah, seluruh jemaah larut dalam doa yang dipimpin oleh sang khatib dengan khusyuk. Permohonan dipanjatkan keselamatan bangsa serta bimbingan terbaik untuk Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....