Puncak Haji 2026 Dimulai, Berikut Jadwal Rangkaian Armuzna

  • 25 Mei 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jemaah calon haji mulai bersiap menjalani rangkaian ibadah puncak yang dikenal dengan Armuzna, singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
  • Rangkaian Armuzna menjadi fase paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji.
  • Selain menjadi momentum penting bagi jemaah yang berada di Tanah Suci, periode ini juga bertepatan dengan pelaksanaan sejumlah amalan utama bagi umat Islam yang tidak berhaji.

RRI.CO.ID, Jakarta - Puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi fase yang paling dinantikan oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi momentum penting bagi jemaah yang berada di Tanah Suci, periode ini juga bertepatan dengan pelaksanaan sejumlah amalan utama bagi umat Islam yang tidak berhaji.

Di antaranya adalah puasa Arafah dan perayaan Hari Raya Iduladha. Memasuki akhir Mei 2026 ini, jemaah haji mulai bersiap menjalani rangkaian ibadah puncak yang dikenal dengan Armuzna, singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Rangkaian tersebut merupakan inti pelaksanaan ibadah haji, dengan wukuf di Padang Arafah sebagai rukun utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang. Berdasarkan jadwal resmi perjalanan haji 1447 H/2026 M, jemaah mulai bergerak menuju Mina pada 8 Zulhijah 1447 H atau 25 Mei 2026.

Tahapan ini dikenal sebagai Hari Tarwiyah, ketika jemaah melaksanakan mabit atau bermalam di Mina sebagai persiapan menghadapi puncak ibadah. Sehari kemudian, tepatnya pada 9 Zulhijah 1447 H atau 26 Mei 2026, jemaah bergerak menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Setelah menjalani prosesi tersebut, jemaah melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan kerikil yang akan digunakan dalam ritual lontar jumrah. Pada 10 Zulhijah 1447 H atau 27 Mei 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, jemaah menuju Mina untuk melaksanakan lontar jumrah Aqabah.

Setelah itu, jemaah menjalani tahallul atau mencukur rambut sebagai tanda keluar dari sebagian larangan ihram. Kemudian melanjutkan rangkaian ibadah dengan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram.

Sementara itu, pada 11 hingga 13 Zulhijah 1447 H atau 28–30 Mei 2026, jemaah menjalani Hari Tasyrik dengan bermalam di Mina dan melaksanakan lontar tiga jumrah. Yakni, Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Rangkaian Armuzna tersebut menjadi fase paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya. Di saat yang sama, umat Islam di berbagai negara yang tidak menunaikan ibadah haji juga menyambut momentum tersebut dengan memperbanyak ibadah.

Termasuk melaksanakan puasa Arafah pada 9 Zulhijah dan merayakan Iduladha pada 10 Zulhijah. Selain jadwal puncak haji, pemerintah juga telah menetapkan tahapan perjalanan jemaah haji Indonesia sepanjang musim haji 2026.

Sebelumnya, jemaah calon haji Indonesia mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026. Kemudian diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diberangkatkan dari Tanah Air menuju Madinah pada 22 April hingga 6 Mei 2026, sedangkan gelombang kedua berangkat langsung ke Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Keberangkatan jemaah ditutup pada 21 Mei 2026 atau 4 Zulhijah 1447 H.

Usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, pemulangan jemaah gelombang pertama ke Indonesia dimulai pada 1 Juni 2026 dan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Adapun pemulangan gelombang kedua berlangsung pada 7 hingga 30 Juni 2026.

Pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan. Guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar, aman, dan tertib.

Dengan semakin dekatnya puncak ibadah haji 2026, umat Islam di berbagai penjuru dunia pun bersiap menyambut hari-hari istimewa Zulhijah. Baik melalui pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci maupun berbagai amalan yang dianjurkan menjelang Hari Raya Iduladha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....