Pemerintah Siapkan Pos Kesehatan untuk Jemaah Lansia Safari Wukuf

  • 26 Mei 2026 11:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 450 jemaah lansia dijadwalkan mengikuti safari wukuf dengan pemberangkatan menuju Arafah sejak pagi hari.
  • Pemerintah menyiapkan pos kesehatan, klinik kecil, dan petugas medis di Arafah, Muzdalifah, hingga Mina.
  • Sebanyak 1.230 petugas kesehatan disiagakan untuk memantau kondisi jemaah selama puncak pelaksanaan ibadah haji.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dhani Pramudya memastikan layanan kesehatan jemaah lansia telah disiapkan menyeluruh. Sebanyak 450 jemaah lansia dijadwalkan mengikuti safari wukuf dengan pemberangkatan menuju Arafah pada pagi hari nanti.

Ia mengatakan jemaah lansia akan berhenti sementara di Arafah untuk melaksanakan prosesi ibadah wukuf terlebih dahulu. Setelah berdoa selama satu hingga dua jam, jemaah selanjutnya dipindahkan menuju hotel transit untuk beristirahat.

"Jemaah lansia nanti diberangkatkan sekitar pukul 07.00 pagi menuju Arafah. Setelah berhenti sejenak untuk wukuf dan berdoa selama satu hingga dua jam, jemaah langsung digeser ke hotel transit," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan fasilitas kesehatan di berbagai titik pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Pos kesehatan disiagakan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina guna memantau kondisi kesehatan seluruh jemaah haji Indonesia.

Ia menjelaskan setiap tenda dan maktab di kawasan Arafah telah dilengkapi petugas kesehatan serta klinik kecil. Selain itu, pemerintah juga menyediakan pos kesehatan utama pada beberapa area dengan kapasitas pelayanan medis lebih besar.

"Di Arafah setiap maktab dan tenda ada petugas kesehatan. Kami juga menyiapkan klinik kecil dan pos kesehatan utama di beberapa area," ujarnya.

Petugas kesehatan turut ditempatkan sepanjang jalur perpindahan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina selama pelaksanaan ibadah haji. Mereka bertugas memantau kondisi jemaah, terutama yang berjalan kaki saat proses pergeseran menuju Mina berlangsung.

Ia menyebut sebanyak 1.230 petugas kesehatan telah disiagakan pada berbagai titik pelayanan jemaah haji Indonesia. Seluruh petugas ditempatkan sesuai posisi masing-masing guna mendukung kelancaran dan keselamatan pelaksanaan ibadah haji.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf memaparkan bahwa program khusus ini akan diikuti oleh 267 jemaah haji. Khususnya dengan pengawalan dari 150 petugas pendamping.

"Karena untuk memperkuat layanan kesehatan selama puncak haji. PPIH Arab Saudi juga telah menyiagakan ada satu klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI)," ucapnya.

Setelah merampungkan prosesi wukuf, para jemaah akan langsung diantar kembali menuju Hotel Transit di Mekah. Hal ini berguna mendapatkan pemantauan medis sebelum bergabung dengan kloter asal pada 13 Zulhijah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....