Pemerintah Kerahkan 657 petugas Satgas Arafah
- 25 Mei 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Kementerian Haji dan Umrah RI mengerahkan 657 petugas Satgas Arafah
- 2. Keberadaan Satgas untuk pelaksanaan puncak haji berjalan lancar dan tertib
- 3. Pemerintah meminta agar jemaah haji saling peduli untuk mencegah jemaah haji hilang atau tersesat
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah Indonesia mengerahkan sebanyak 657 petugas Satgas Arafah yang ditempatkan di berbagai titik layanan. Keberadaan Satgas Arafah untuk membantu jemaah haji Indonesia dan mendukung kelancaran operasional.
“Mereka akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi. Kemudian kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah berjalan maksimal,” kata juru bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, dalam keterangan pers, Senin, 25 Mei 2026.
Maria menjelaskan keberadaan Satgas Arafah terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya. Selain itu, pemerintah menyiagakan tim medis dengan kesiapan fasilitas kesehatan lapangan selama puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)
“Kami menyiagakan masing-masing satu pos kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina. Pos kesehatan untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria.
Maria kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk saling peduli dan saling membantu selama menjalani puncak ibadah haji. Rasa saling peduli akan meminimalisir jemaah haji Indonesia tersesat atau hilang dari rombangan.
“Jika melihat jemaah tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” ujar Maria.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....