Kemenhaj Siapkan Safari Wukuf untuk Lansia Risiko Tinggi

  • 26 Mei 2026 11:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Safari wukuf disiapkan bagi lansia dan disabilitas
  • Sekitar 300-400 jemaah mengikuti layanan
  • Jemaah diprioritaskan berdasarkan risiko kesehatan

RRI.CO.ID, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan layanan safari wukuf bagi jemaah haji lansia dan disabilitas. Layanan ini membantu agar jemaah dengan keterbatasan fisik tetap menjalani puncak ibadah haji.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas, Suviyanto Sukirman, Senin 25 Mei 2026. Menurut dia, layanan ini mencakup sekitar 300 hingga 400 jemaah.

“Mereka akan dibantu melalui skema khusus sejak penjemputan hingga pelaksanaan wukuf di Arafah,” ujarnya. Menurut Suviyanto, jemaah dijemput dari hotel pemondokan menuju hotel transit untuk kemudian diberangkatkan langsung ke Arafah untuk melaksanakan wukuf.

“Tim safari wukuf ini adalah proses keberangkatan jemaah haji dari hotel transit menuju Arafah secara langsung,” katanya. Suviyanto mengatakan proses tersebut diawali penjemputan jemaah dari sektor menuju hotel transit.

Selama berada di hotel transit, jemaah mendapat tempat istirahat dan pendampingan ibadah. Pada 9 Zulhijah atau Selasa 26 Mei 2026, mereka akan diberangkatkan menuju Arafah.

Menurut Suviyanto, safari wukuf tidak diberikan kepada semua jemaah lansia. Layanan ini diprioritaskan bagi lansia risiko tinggi, tanpa pendamping, atau membutuhkan bantuan tambahan.

PPIH juga menyiapkan fasilitas pendukung, mulai konsumsi dari tiga kali sehari hingga tenaga kesehatan. Selain itu tersedia layanan psikososial, bimbingan ibadah, dan armada transportasi.

Sebanyak 18 bus disiapkan untuk mengantar jemaah dari hotel transit menuju Arafah. Suviyanto menyebut tantangan terbesar layanan ini adalah menangani lansia dengan kondisi khusus, terutama demensia.

Untuk jemaah yang membutuhkan penanganan serius, PPIH akan merujuk mereka ke fasilitas kesehatan. “Apabila tidak bisa dilakukan, kami kirim ke rumah sakit Arab Saudi,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....