Ribuan Jemaah Indonesia Mulai Tinggalkan Hotel Menuju Arafah

  • 25 Mei 2026 15:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pergerakan jemaah ke Arafah dimulai bertahap dalam tiga trip
  • Kemenhaj memastikan kesiapan layanan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan perlindungan
  • Jemaah diimbau menjaga stamina dan membawa barang seperlunya

RRI.CO.ID, Jakarta – Jemaah haji Indonesia mulai bergerak dari hotel menuju Arafah, Senin, 25 Mei 2026. Pergerakan dilakukan bertahap dalam tiga trip pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengatakan, seluruh jemaah kini telah berada di Makkah. Mereka memasuki fase persiapan akhir menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

“Pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Kami ingatkan jemaah mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, dan tidak terpisah dari rombongan," ucap Maria.

Menurut Maria, Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan sejak Minggu (24/5/2026) pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Satgas bertugas memastikan kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, dan perlindungan jemaah.

“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat, Karena itu, seluruh layanan harus siap agar jemaah beribadah dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk," ucapnya.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik sebelum berangkat ke Arafah. Jemaah diminta memperbanyak istirahat, makan teratur, minum cukup, dan membawa barang seperlunya.

Maria meminta, jemaah membawa dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, dan botol minum. Jemaah diimbau tidak membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai besar.

Ia juga mengajak petugas dan jemaah saling peduli terhadap lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah berisiko kesehatan. Jika menemukan jemaah kebingungan atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat.

Kemenhaj terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan unsur layanan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Armuzna berjalan optimal bagi jemaah Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....