Kemenhaj Perkuat Layanan Jelang Puncak Haji Armuzna

  • 22 Mei 2026 11:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bus Shalawat dihentikan sementara
  • KBIHU dilarang menempel identitas
  • persiapan Armuzna matang

RRI.CO.ID, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat layanan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Seluruh aspek layanan termasuk tenda, transportasi, konsumsi, kesehatan, dan petugas di lapangan disiapkan matang.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, menekankan fase Armuzna sebagai tahapan paling krusial. Karena itu, seluruh skema layanan dibuat bertahap, terukur, dan mengutamakan keselamatan jemaah.

“Menjelang fase puncak haji, Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan mulai tenda hingga petugas di titik-titik layanan,” kata Ichsan, Kamis (21/5/2026).

Data operasional per 20 Mei 2026 menunjukkan sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan. Sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Selain itu, 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas telah tiba di Makkah. Jemaah haji khusus yang tiba tercatat sebanyak 15.418 orang dan sudah menjalani ibadah sesuai jadwal.

Ichsan menyampaikan layanan Bus Shalawat dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 WAS. Kebijakan ini mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, dan penataan transportasi jelang puncak haji.

Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 WAS. Jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangannya ke hotel oleh PPIH.

Ichsan mengingatkan jemaah agar menghemat tenaga, mengurangi aktivitas tidak mendesak, memperbanyak istirahat, dan menjaga pola makan. Petugas juga diminta saling peduli terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Kemenhaj juga menegaskan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dilarang menempelkan identitas di tenda. Petugas akan mencabut identitas yang terpasang dan memberikan sanksi bagi yang melanggar.

“Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan tertib, aman, nyaman, dan dapat menjalankan ibadah puncak haji dengan khusyuk,” ujarnya. Masyarakat Indonesia juga diajak mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini. (MCH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....