Petugas Haji Diminta Tidak Terlena Pujian

  • 22 Mei 2026 11:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Petugas haji Indonesia diminta tidak cepat puas atas apresiasi layanan operasional haji
  • Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi menegaskan fase puncak Armuzna membutuhkan kesiapsiagaan lebih tinggi
  • Satop Armuzna dibagi menjadi Satgas Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk mempercepat respons lapangan

RRI.CO.ID, Makkah – Petugas haji Indonesia diminta tidak cepat puas meski layanan operasional haji mendapat apresiasi. Mereka masih menghadapi fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Irjen Kementerian Haji dan Umrah Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi menegaskan tugas petugas masih besar. Ia meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi lebih sigap melayani jemaah haji Indonesia.

“Jangan dulu terlena dengan sanjungan, tugas selanjutnya di Armuzna,” kata Dendi dalam keterangannya, Jumat 22 Mei 2026. Dendi mengatakan kinerja petugas hingga operasional hari ke-29 mendapat apresiasi positif.

Apresiasi datang dari tim pengawas haji, jemaah, petugas negara lain, hingga Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, penilaian baik tersebut harus dijaga hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.

Ia juga menyebut respons positif netizen menjadi dorongan bagi petugas. Dalam fase puncak haji, pemerintah membentuk Tim Khusus Mina dan Satuan Operasional Armuzna.

Satop Armuzna tahun ini dibagi menjadi tiga satuan tugas. Satgas Arafah berada di bawah Daker Bandara, sedangkan Satgas Muzdalifah di bawah Daker Makkah.

Sementara Satgas Mina berada dalam koordinasi Daker Madinah. “Pembagian ini untuk mempercepat respons di lapangan,” ujar Dendi.

Wakil Satgas Mina Zaenal Muttaqin menambahkan, petugas perlu terus mengedukasi jemaah menjelang puncak haji. Jemaah diminta mengurangi aktivitas tidak perlu dan tetap bersama rombongan agar tidak terpisah. (MCH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....