Lima Pesan Keagamaan bagi Jemaah Haji jelang Puncak Ibadah

  • 21 Mei 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Musyrif Diny sampaikan lima pesan keagamaan kepada jemaah haji Indonesia
  • Jemaah diminta memperbanyak ibadah dan memahami manasik haji
  • Jemaah diimbau menjaga kesehatan menjelang puncak haji

RRI.CO.ID, Makkah – Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI Prof Asrorun Niam Sholeh menyampaikan lima pesan keagamaan kepada jemaah haji Indonesia. Pesan itu disampaikan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Selasa (19 Mei 2026).

Niam mengajak jemaah memperbanyak ibadah, dzikir, munajat, serta salat berjamaah selama berada di Tanah Suci. Ia meminta jemaah sehat memanfaatkan transportasi menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah berjamaah.

“Tanah Haram tidak hanya Masjidil Haram,” tutur Niam dalam keterangan tertulis diterima Media Center Haji di Makkah, Selasa (19 Mei 2026). Menurutnya, seluruh tempat tinggal jemaah Indonesia berada di kawasan Tanah Haram yang memiliki keistimewaan.

Niam juga mengingatkan pentingnya memahami manasik haji secara benar sebelum menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Pembimbing ibadah diminta mengintensifkan pembekalan fikih haji praktis kepada seluruh jemaah selama berada di Makkah.

“Jangan hanya sekadar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji,” ujar Niam. Ia menekankan ibadah haji harus memenuhi syarat, rukun, serta ketentuan keagamaan secara benar dan tertib.

Selain itu, Niam meminta jemaah menjaga kesehatan dengan konsumsi sehat, istirahat cukup, dan pikiran tetap tenang. Ia mengingatkan jemaah tidak memforsir tenaga menjelang rangkaian ibadah puncak mulai 8 hingga 13 Dzulhijjah.

Niam turut mengajak jemaah mendoakan kelancaran ibadah, keluarga sakinah, dan bangsa Indonesia yang damai serta sejahtera. Ia berharap para pemimpin bangsa mampu memimpin Indonesia secara adil, bijaksana, dan membawa kemajuan bersama.

Pada pesan terakhirnya, Niam mengajak jemaah menjadikan ibadah haji sebagai momentum memperbaiki diri dan kehidupan bermasyarakat. “Etos haji adalah etos kesetaraan, kebersamaan, kejujuran dan kerja keras,” kata Niam. (MCH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....