Makanan Siap Santap Jadi Andalan Puncak Haji
- 20 Mei 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhaj siapkan makanan siap santap untuk fase Armuzna
- Skema RTE dipilih karena praktis dan mudah didistribusikan
- Jemaah menerima 15 porsi makanan bercita rasa Nusantara
RRI.CO.ID, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi jemaah haji Indonesia. Hal ini terus dilakukan dengan baik selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 H/2026.
| Baca juga: Pembayaran Dam Haji Harus Aman dan Resmi |
Skema tersebut dipilih karena dinilai lebih praktis didistribusikan di tengah kepadatan jutaan jemaah dengan tetap memenuhi kebutuhan gizi. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menuturkan layanan konsumsi menjadi salah satu fokus utama pemerintah selain transportasi, akomodasi.
Menurutnya, layanan konsumsi merupakan bagian penting untuk menjaga stamina dan kesehatan jemaah di negeri Arab. Mereka para jemaah akan menjalani rangkaian ibadah yang padat dan menguras energi.
“Fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan kompleks. Distribusi makanan dalam jumlah besar pada waktu bersamaan membutuhkan koordinasi lintas sektor, pengaturan logistik yang presisi, dan kesiapan transportasi yang optimal,” ujar Maria dalam konferensi pers, Senin, 18 Mei 2026.
Maria menjelaskan terdapat empat alasan utama penggunaan makanan siap santap bagi jemaah haji Indonesia. Pertama, mempercepat distribusi makanan ke hotel-hotel jemaah, kedua memudahkan konsumsi di tengah mobilitas tinggi selama Armuzna.
Alasan ketiga adalah daya tahan makanan yang lebih panjang di tengah cuaca panas Arab Saudi. Selanjutnya alasan keempat tetap terpenuhinya standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Teknologi pengolahan makanan yang digunakan memungkinkan makanan tetap higienis. Dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu lebih panjang tanpa mengurangi kualitasnya,” kata Maria.
Kemenhaj memastikan menu makanan siap santap tetap disusun dengan cita rasa Nusantara. Tujuannya agar sesuai dengan lidah jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Selama fase Armuzna, jemaah akan menerima total 15 porsi makanan bercita rasa Nusantara yang disediakan pihak syarikah.
Pemerintah juga menyiapkan enam porsi makanan siap santap tambahan untuk fase pra dan pasca Armuzna. Paket tersebut akan dibagikan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Maria mengatakan seluruh distribusi makanan siap santap ditargetkan sudah terkirim ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H. Atau tepat pada 23 Mei 2026, sebelum pergerakan jemaah menuju Arafah dimulai.
“Kami memahami kualitas konsumsi sangat memengaruhi kondisi fisik jemaah. Karena itu pengawasan dilakukan ketat mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....