Pembayaran Dam Haji Harus Aman dan Resmi

  • 20 Mei 2026 05:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 70.758 jemaah telah melaksanakan dam atau puasa
  • Kemenhaj hormati keberagaman fikih pelaksanaan dam
  • Pembayaran dam Arab Saudi diimbau melalui Adahi Project

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan pengelolaan dam bagi jemaah dilakukan secara aman, resmi, serta menghormati keberagaman fikih. Pemerintah memberi ruang bagi jemaah melaksanakan dam melalui berbabagi mekanisme, baik di Arab Saudi, Indonesia, maupun dengan puasa.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menuturkan pemerintah menghormati keyakinan fikih setiap jemaah selama pelaksanaannya dilakukan melalui mekanisme yang benar. Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 70.758 jemaah telah terdata melaksanakan pembayaran dam maupun memilih mekanisme puasa.

Menurutnya, jemaah yang meyakini dam dapat dilakukan di Indonesia dipersilakan menjalankannya sesuai ketentuan berlaku. Sementara jemaah yang memilih pelaksanaan dam di Tanah Haram diimbau menggunakan lembaga resmi Arab Saudi, yakni Adahi Project.

“Khusus bagi jemaah yang memilih melaksanakan dam di Arab Saudi, kami mengimbau agar pembayaran dilakukan melalui Adahi Project. Ini penting agar prosesnya resmi, transparan, dan melindungi jemaah dari risiko penipuan maupun penyalahgunaan dana,” kata Suci dalam keterangannya yang diterima RRI, Rabu, 29 Mei 2026.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar waspada terhadap tawaran pembayaran dam dari pihak tidak resmi. Suci menegaskan dam bukan sekadar transaksi pembayaran, melainkan bagian penting dari kepastian ibadah dan perlindungan jemaah.

Selain pengelolaan dam, Kemenhaj melaporkan hingga Minggu, 17 Mei 2026, sebanyak 450 kloter telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dimana raturan kloter itu membawa sekitar 173.928 jemaah dan 1.796 orang petugas.

Sementar sebanyak 435 kloter dengan 168.106 jemaah juga telah tiba di Makkah dan menempati akomodasi yang disiapkan pemerintah. Menjelang fase Armuzna, Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi terus mematangkan layanan transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah.

Suci mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik dengan membatasi aktivitas tidak mendesak. Ia meminta jemaah segera melapor kepada petugas kesehatan bila mengalami keluhan.

Kemenhaj juga meminta jemaah lansia, disabilitas, dan yang memiliki penyakit penyerta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun ketua rombongan. “Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kelancaran, perlindungan, dan meraih haji mabrur,” ujar Suci. (MCH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....