Petugas Haji Sosialisasikan Sedekah Barcode Raudhah
- 18 Mei 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Petugas haji Indonesia sosialisasikan sedekah barcode Raudhah
- Sistem digital Nusuk wajib untuk kunjungan mandiri
- Tasreh bersifat tidak pasti, tergantung kebijakan Saudi
RRI.CO.ID, Madinah – Petugas haji Indonesia di Madinah menyosialisasikan sedekah barcode agar jemaah bisa mengunjungi Raudhah. Yaitu tempat antara rumah dan mimbar Rasulullah yang disebut Taman Surga, Minggu (10/5/2026).
Koordinator Bimbingan Ibadah Sektor 5 Daker Madinah, Miftahul Anwar, mengatakan sebagian jemaah mengalami kendala karena keterbatasan telepon genggam. “Jamaah kita ada yang memiliki telepon genggam, tetapi tidak bisa mendaftar karena gaptek ada pula yang tidak membawa telepon seluler,” ujarnya.
Untuk mengunjungi Raudhah, jemaah dapat mendaftar lewat kartu Nusuk atau tasreh. Namun, menurut Miftahul, tasreh bersifat tidak pasti karena tergantung kebijakan pemerintah Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem digital, jemaah harus mendaftar melalui aplikasi Nusuk untuk mendapatkan barcode yang dipindai petugas di pintu masuk. Tanpa barcode, jemaah tidak bisa masuk.
Tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) dari sektor dan kloter berkoordinasi agar seluruh jemaah bisa mengunjungi Raudhah. “Kami tidak menginginkan dalam satu kamar, misalnya berisi empat orang, tiga orang bisa berkunjung tiga-empat kali, namun satu orang belum sekalipun,” kata Miftahul.
Bimbad memberikan edukasi setiap hari mulai bakda Ashar hingga pukul 23.00. “Sekitar 40 persen jamaah kita adalah lansia yang sebagian kesulitan dengan sistem digital," katanya menjelaskan.
"Karena itu, kami membantu mereka untuk bisa ke Raudhah. Bahkan kami menyosialisasikan adanya sedekah barcode,” ucapya.
Sedekah barcode memungkinkan jemaah yang sudah berkunjung memberikan kesempatan kepada jemaah lain yang belum. Ini butuh keikhlasan para jemaah.
“Jadi jemaah tersebut mendaftarkan dengan akun Nusuk, namun tidak dipakai untuk dirinya sendiri. Justru disedekahkan kepada jamaah lain karena dirinya sudah pernah ke Raudhah,” kata Miftahul.
Jemaah mengapresiasi inisiatif ini. Muhammad Subhan, ketua regu dari kloter 39 Solo, menyebut sedekah barcode sangat membantu anggota regunya.
“Petugas memberikan pelayanan baik, tidak hanya mengedukasi soal kartu Nusuk. Bahkan mengantar kami hingga ke pintu Raudhah,” ujar Subhan. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....