Layanan Haji Inklusif Fokus Perlindungan Jemaah Rentan
- 18 Mei 2026 11:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komisi Nasional Disabilitas (KND) menilai penyelenggaraan haji tahun ini semakin berpihak kepada kelompok rentan.
- Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Deka Kurniawan mengatakan, pendekatan inklusif menjadi pembeda penyelenggaraan tahun ini.
- Pelayanan tidak lagi sekadar administratif, tetapi berbasis pemenuhan hak jemaah.
RRI.CO.ID, Makkah - Komisi Nasional Disabilitas (KND) menilai penyelenggaraan haji tahun ini semakin berpihak kepada kelompok rentan. Kebijakan terbaru memperluas layanan bagi lansia, disabilitas, dan perempuan.
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Deka Kurniawan mengatakan, pendekatan inklusif menjadi pembeda penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, pelayanan tidak lagi sekadar administratif, tetapi berbasis pemenuhan hak jemaah.
Deka mengatakan, peningkatan layanan terlihat sejak kedatangan jemaah di Bandara Internasional King Abdulaziz. Petugas dinilai lebih siap mendampingi jemaah dengan kebutuhan khusus.
“Penyelenggaraan tahun ini lebih inklusif dan mencakup kelompok rentan. Pendekatan itu membuat layanan haji terasa lebih manusiawi,” ujar Deka dalam keterangannya di Media Center Haji (MCH) di Makkah, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak memperkuat kualitas pelayanan ibadah haji. Menurutnya, perhatian terhadap kelompok rentan menghadirkan dampak sosial dan spiritual sekaligus.
Deka juga mengapresiasi pelatihan khusus bagi petugas haji tahun ini. Pelatihan itu difokuskan pada pendampingan jemaah disabilitas dan lansia.
Menurut Deka, pejabat teknis turut memastikan kesiapan petugas di lapangan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga standar pelayanan selama operasional haji berlangsung.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan layanan kelompok rentan menjadi prioritas utama. Fokus pelayanan menyesuaikan komposisi jemaah haji tahun ini.
Puji menyebut mayoritas jemaah tahun ini merupakan perempuan. Jumlah jemaah lansia dan disabilitas juga terus meningkat setiap tahun.
“Sebanyak 54 persen jemaah tahun ini merupakan perempuan. Prioritas layanan difokuskan demi kenyamanan kelompok rentan,” kata Puji.
Kementerian Haji dan Umrah turut menambah petugas perempuan dalam operasional haji tahun ini. Kebijakan itu diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah selama beribadah.
Pendekatan inklusif dinilai menjadi arah baru pelayanan haji Indonesia. Model layanan tersebut menempatkan kenyamanan dan aksesibilitas sebagai kebutuhan utama jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....