DPR Minta Kemenhaj Fokus Persiapan Puncak Haji
- 17 Mei 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- DPR minta Kemenhaj fokus puncak haji di Armuzna
- Delapan puluh persen jamaah Indonesia tiba di Makkah
- Jamaah lanjut usia menjadi perhatian utama
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VIII DPR meminta Kementerian Haji fokus menyiapkan puncak ibadah haji di Armuzna. Permintaan itu disampaikan Sabtu (16/05/2026), setelah delapan puluh persen jamaah tiba di Makkah.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, menyebut kondisi umum jamaah Indonesia cukup baik. Namun, mayoritas jamaah berusia di atas lima puluh tahun dan memerlukan perhatian khusus.
Singgih menilai aspek kesehatan dan mobilitas jamaah harus menjadi prioritas pemerintah. “Pendekatan mitigatif harus menjadi prioritas utama,” kata Singgih di Jakarta.
Ia menegaskan pemerintah harus memastikan keselamatan jamaah selama menjalani rangkaian ibadah haji. Menurutnya, kepadatan dan cuaca ekstrem di Armuzna perlu diantisipasi sejak dini.
Singgih meminta pengaturan pergerakan jamaah berbasis kloter terus diperkuat selama puncak haji berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penumpukan jamaah di sejumlah lokasi ibadah.
Ia juga mendorong optimalisasi layanan kesehatan berbasis pencegahan dan deteksi dini bagi jamaah. Pemerintah turut diminta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan pemanfaatan teknologi informasi.
Komisi VIII DPR mengapresiasi penguatan transportasi jamaah dari Makkah menuju Arafah serta kawasan Armuzna lainnya. Pemerintah juga menyediakan tenda ramah jamaah dengan fasilitas pendingin dan sanitasi memadai.
Distribusi konsumsi jamaah dinilai berjalan tepat waktu sesuai kebutuhan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Layanan kesehatan bagi jamaah lanjut usia dan risiko tinggi juga terus disiapkan pemerintah.
Singgih menyebut layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi jamaah berjalan relatif lancar tanpa gangguan besar. “Koordinasi petugas dan otoritas Arab Saudi menunjukkan peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.
Komisi VIII DPR memastikan pengawasan penyelenggaraan haji terus dilakukan secara konstruktif hingga seluruh tahapan selesai. “Kita harus terus melakukan perbaikan agar jamaah mendapat layanan terbaik,” kata Singgih. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....