Rakernas Evaluasi Haji 2026 Jadi Fondasi Perbaikan Layanan Tahun Mendatang
- 05 Jul 2026 07:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Haji dan Umrah menggelar Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M sebagai langkah menyusun arah kebijakan penyelenggaraan haji berikutnya.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ini merupakan langkah awal untuk menyusun arah kebijakan penyelenggaraan haji berikutnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan hasil evaluasi haji 2026 akan menjadi fondasi penyempurnaan layanan. Menurut dia, setiap tahapan penyelenggaraan harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Ini merupakan ruang bersama untuk membangun ekosistem penyelenggaraan ibadah haji yang semakin kuat,” ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026. Dirjen menambahkan setiap tantangan yang dihadapi sejak tahap persiapan, operasional, hingga proses pemulangan jemaah, harus dijadikan pelajaran.
Teguh mengatakan penyelenggaraan ibadah haji merupakan layanan publik yang kompleks. Karena itu, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut dia, Rakernas akan difokuskan pada tiga agenda utama. “Mengidentifikasi persoalan penyelenggaraan, mengukur capaian layanan, dan menyusun rekomendasi strategis untuk musim haji berikutnya,” ujarnya.
Pembahasan meliputi seluruh rantai layanan haji. Mulai dari pengelolaan kuota, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, manasik, rekrutmen petugas, istithaah kesehatan, layanan Nusuk, hingga transformasi digital.
Sebanyak 967 peserta mengikuti Rakernas yang dipusatkan di Asrama Haji Kelas I dan Lapangan Galaxy Makodam Jaya, Halim, Jakarta. Mereka berasal dari Kemenhaj, kantor wilayah provinsi, kantor kabupaten/kota, serta pengelola asrama haji di seluruh Indonesia.
Selain diskusi dan penyusunan rekomendasi, Rakernas juga diisi kegiatan retreat bersama instruktur TNI dan Polri. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kepemimpinan, disiplin, soliditas organisasi, dan kolaborasi antarpetugas.
"Transformasi penyelenggaraan ibadah haji tidak cukup dilakukan melalui perubahan sistem semata,” ucap Teguh. Menurut dia, yang lebih penting adalah membangun budaya kerja yang kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....