Kemenhaj Catat Pergerakan Jemaah Haji Indonesia menuju Makkah Terus Meningkat

  • 16 Mei 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Haji dan Umrah Repulik Indonesia (Kemenhaj) mencatat 159 ribu jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi.
  • Layanan haji dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti hingga pertengahan Mei 2026.
  • Sebanyak 411 kelompok terbang telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia.

RRI.CO.ID, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah Repulik Indonesia (Kemenhaj) mencatat 159 ribu jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Layanan haji dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti hingga pertengahan Mei 2026.

Sebanyak 411 kelompok terbang telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia. Jumlah itu mencakup jemaah reguler dan ribuan petugas pendamping haji.

Pemerintah juga mencatat lebih 11 ribu jemaah haji khusus telah tiba. Mereka menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

Juru Bicara Kementerian Haji Maria Assegaf memastikan, seluruh layanan terus dipantau ketat. Pengawasan mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga pembinaan ibadah.

“Seluruh layanan haji Indonesia berjalan lancar dengan pendampingan penuh petugas. Pengawasan dilakukan bagi jemaah di Makkah maupun Madinah,” kata Maria dalam keterangan pers di Makkah, Arab Saudi, Jumat, 16 Mei 2026.

Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah masih terus berlangsung selama operasional haji. Ratusan kloter kini sudah berada di Kota Makkah.

Petugas juga mendampingi jemaah selama perjalanan antarkota menuju lokasi pemondokan. Pendampingan diprioritaskan bagi lansia dan kelompok jemaah rentan.

Sementara itu, pintu masuk Jeddah menerima kedatangan ratusan kloter asal Indonesia. Puluhan ribu jemaah telah tiba melalui jalur tersebut.

“Pemerintah terus mengawasi layanan bagi jemaah reguler maupun khusus. Pengawasan dilakukan agar seluruh prosesi ibadah berjalan aman,” ujarnya.

Pemerintah memastikan layanan haji tetap menjadi fokus selama musim ibadah berlangsung. Stabilitas layanan dinilai penting menjaga kenyamanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....