Cegah Disorientasi Jemaah, Puskeshaj Perketat Pendampingan Haji Lansia

  • 16 Mei 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Petugas kesehatan meminta jemaah lansia tidak ditinggal selama masa pemulihan di Makkah.
  • Disorientasi dinilai berisiko membahayakan keselamatan jemaah saat beradaptasi.
  • Kerentanan jemaah lanjut usia (lansia) banyak muncul setelah perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

RRI.CO.ID, Makkah - Petugas kesehatan meminta jemaah lansia tidak ditinggal selama masa pemulihan di Makkah. Disorientasi dinilai berisiko membahayakan keselamatan jemaah saat beradaptasi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kesehatan Haji RI Dani Pramudya menyoroti kerentanan jemaah lanjut usia (lansia). Kondisi itu banyak muncul setelah perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Menurut Dani, perubahan cuaca dan lingkungan memicu kebingungan pada jemaah lansia. Kelelahan fisik memperparah gangguan orientasi selama masa awal kedatangan.

Ia meminta keluarga atau pendamping selalu berada dekat jemaah yang mengalami disorientasi. Pendamping dibutuhkan hingga kondisi kesadaran jamaah kembali stabil.

“Jamaah disorientasi tidak boleh ditinggal sendirian selama pemulihan. Harus ada yang mendampingi di sampingnya,” kata Dani kepada Media Center Haji di Makkah, Arab Saudi, Jumat, 15 Mei 2026.

Dani menjelaskan, pemulihan orientasi biasanya berlangsung hingga dua hari setelah kedatangan. Masa pemulihan menjadi fase penting sebelum jemaah menjalani rangkaian ibadah padat.

Petugas kesehatan meminta jemaah mendapat waktu istirahat cukup setiap hari. Pola makan juga harus dijaga untuk memulihkan energi tubuh.

Selain itu, jemaah diminta memperbanyak minum selama berada di Tanah Suci. Hidrasi cukup membantu menjaga kesadaran dan kondisi fisik jemaah.

Setelah kondisi membaik, jemaah tidak disarankan langsung melakukan aktivitas berat. Adaptasi lingkungan hotel perlu dilakukan secara bertahap dan terarah.

Dani menilai kesiapan fisik sangat penting menjelang puncak ibadah haji di Arafah. Jemaah diharapkan tetap bugar saat menjalani tahapan ibadah utama.

Pusat Kesehatan Haji mencatat jemaah di atas 60 tahun paling rentan mengalami disorientasi. Risiko meningkat pada jemaah dengan diabetes mellitus dan hipertensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....