PPIH Arab Saudi Digitalisasi Layanan Konsumsi Haji Selama Armuzna
- 13 Mei 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PPIH digitalisasi layanan konsumsi haji
- Distribusi 1,19 juta boks makanan terpantau
- Menu jemaah diperbaiki dengan standar gizi
RRI.CO.ID, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mendigitalisasi layanan konsumsi haji untuk menjaga kebugaran jemaah selama Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Transformasi layanan diterapkan pada penyelenggaraan haji 1447 Hijriah, Senin, 11 Mei 2026.
Digitalisasi mencakup pencatatan distribusi, pemantauan porsi, dan verifikasi layanan konsumsi jemaah. Sistem itu membantu percepatan koordinasi serta penanganan kendala logistik secara tepat.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menjelaskan seluruh data kini terintegrasi digital. “Pengelolaan data konsumsi mulai terintegrasi secara digital,” kata Indri dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 13 Mei 2026.
PPIH sendiri mengelola distribusi konsumsi dari 51 dapur menuju 177 hotel jemaah di Makkah. Sebanyak 527 kelompok terbang menerima layanan konsumsi secara terpantau dan terukur.
Sistem digital mencatat lebih dari 1.193.534 boks makanan telah tersalurkan kepada jemaah haji Indonesia. Distribusi berlangsung terkendali tanpa kendala besar selama operasional berlangsung.
PPIH juga memperbaiki kualitas menu dengan memperhatikan keseimbangan gizi dan selera Nusantara. Variasi lauk diperbanyak agar jemaah tetap berselera makan selama menjalankan ibadah.
“Penyusunan menu memperhatikan keseimbangan gizi dan variasi lauk,” ujar Indri kepada Media Center Haji. Jemaah juga menerima tambahan susu, buah segar, dan air mineral setiap hari.
PPIH mulai menyiapkan layanan konsumsi menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setibanya di Arafah, jemaah langsung menerima tiga botol air mineral sebagai minuman pembuka.
Selama wukuf di Arafah, jemaah dijadwalkan memperoleh maksimal lima kali makan penuh. PPIH juga membagikan paket konsumsi tambahan sebelum keberangkatan menuju Muzdalifah.
Di Mina, layanan logistik kembali dimaksimalkan selama pelaksanaan lontar jumrah. Jemaah menerima maksimal sepuluh kali suplai makanan sejak 10 hingga 13 Dzulhijjah. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....