Dea dan Jumaria Jadi Inspirasi Pelayanan Haji di Madinah

  • 10 Mei 2026 08:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Petugas haji Dea Hemassandia bertugas pada layanan lansia dan disabilitas di Madinah
  • Jamaah lansia Jumaria viral setelah diangkat sebagai Ikon Haji 2026
  • Kisah Jumaria menjadi inspirasi pentingnya menjaga kesehatan dan semangat beribadah

RRI.CO.ID, Madinah - Petugas haji Dea Hemassandia melayani jemaah lansia dengan ramah di Madinah, Senin, 04 Mei 2026. Sosoknya menarik perhatian saat menyambut jemaah Kloter 11 Embarkasi Jakarta-Bekasi di Taj Ward Hotel.

Dea berdiri di depan hotel sambil tersenyum menyapa jemaah yang baru turun dari bus. “Selamat datang di Madinah, bapak-bapak, ibu-ibu,” ujar Dea kepada jemaah haji Indonesia.

Petugas layanan lansia dan disabilitas itu membantu jemaah lanjut usia menggunakan kursi roda menuju hotel. Dea mengatakan senyum dan ketenangan penting diberikan kepada jemaah setelah perjalanan panjang menuju Arab Saudi.

“Saya memberikan pelayanan terbaik seperti kepada orang tua sendiri,” kata perempuan asal Aceh tersebut. Ia sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta di Banda Aceh.

Dea mengaku bergabung pada layanan lansia karena teringat almarhum neneknya yang lama sakit. Ia menyesal belum maksimal merawat neneknya sebelum meninggal pada 2018 lalu.

“Sekarang saya ingin merawat lansia lain sebaik mungkin,” ujar Dea kepada Media Center Haji. Ia menganggap seluruh jamaah Indonesia sebagai saudara selama bertugas di Madinah.

Sementara itu, jemaah lansia Jumaria menjadi perhatian setelah kisah hajinya viral di media sosial. Otoritas Arab Saudi memilihnya sebagai Ikon Haji 2026 melalui rekomendasi Kementerian Haji dan Umrah Indonesia.

Ketua Kloter 14 UPG, Siti Hawaisyah, menyebut kondisi kesehatan Jumaria sangat baik untuk berhaji. “Buktinya kartu kesehatannya tidak merah, berarti dia sehat,” kata Siti Hawaisyah.

Jumaria tetap aktif mengikuti delapan puluh pertemuan manasik meski usianya hampir tujuh puluh tahun. Ia menabung puluhan tahun dari hasil sawah dan kebun demi berangkat ke Tanah Suci.

“Kalau sudah panen padi, aku jual lalu kusimpan,” ujar Jumaria mengenai tabungan hajinya. Jemaah asal Maros, Sulawesi Selatan itu hidup sendiri dan bekerja keras membiayai keberangkatannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....