Kemenkes: Sebanyak 30–40 Persen Jemaah Haji Alami Gangguan Tidur, Mayoritas Lansia

  • 25 Apr 2026 19:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan melaporkan 30–40 persen jemaah haji mengalami gangguan tidur
  • Imran Pambudi menyebut lansia menjadi kelompok paling rentan terkena gangguan kesehatan saat ibadah haji
  • Gangguan dipicu perubahan jadwal ibadah dan intensitas aktivitas selama di Tanah Suci

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan ada sekitar 30-40 persen jemaah haji Indonesia mengalami gangguan tidur selama menjalankan rangkaian ibadah. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan kondisi tersebut sebagian besar dialami oleh kelompok lanjut usia.

“Paling sering memang gangguan tidur ya, karena kan memang waktunya berubah. Kemudian kalau di sana pun itu ibadahnya kan intens,” ujarnya saat dialog bersama Pro3 RRI, Sabtu, 25 April 2026.

Perubahan jadwal harian membuat jemaah harus beradaptasi dengan ritme aktivitas yang berbeda dari kebiasaan. Imran juga menyebut kelompok lanjut usia (lansia) memang yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

Imran menambahkan hal ini karena, lansia memiliki keterbatasan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi lingkungan. Sehingga berdampak pada meningkatnya risiko gangguan fisik maupun mental selama menjalankan ibadah.

“Jadi memang kelompok usia di atas 60 tahun atau lansia, itu memang mereka cenderung akan lebih mengalami permasalahan kesehatan. Baik kesehatan mental maupun kesehatan fisik,” katanya.

Ia menegaskan faktor usia turut memengaruhi kemampuan adaptasi jemaah terhadap situasi di Tanah Suci. “Fleksibilitas mereka untuk menyesuaikan terhadap kondisi atau suatu keadaan itu juga beda dengan yang muda,” ucap Imran

Sebelumnya, Kemenkes telah melakukan proses skrining kesehatan secara berlapis sebelum keberangkatan jemaah haji. Pemeriksaan dilakukan sejak pendaftaran hingga menjelang keberangkatan untuk memastikan kelayakan jemaah.

Itu namanya kita ada istitaah (kemampuan atau kesanggupan). Jadi ada persyaratan-persyaratannya,” kata dia.

Namun, meskipun telah melalui proses skrining, potensi gangguan kesehatan tetap dapat terjadi selama pelaksanaan ibadah. Tetapi, kata Imran, para petugas telah meminimalkan risiko gangguan-gangguan kesehatan yang muncul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....