PPIH Siapkan Murur dan Tanazul untuk Lindungi Jemaah Resiko Tinggi
- 09 Mei 2026 05:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PPIH mematangkan skema murur dan tanazul menjelang Armuzna.
- Murur diprioritaskan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan risti.
- Zona lima menjadi lokasi awal penerapan skema murur.
RRI.CO.ID, Makkah - PPIH Arab Saudi mematangkan skema murur dan tanazul menjelang puncak ibadah haji. Skema itu melindungi jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi, Rabu, 6 Mei 2026.
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, menyebut koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait. “Untuk skema murur dan tanazul, memang kita terus mempersiapkan pelaksanaannya,” ujar Ihsan.
Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta syarikah penyelenggara haji. Unsur teknis dan kepala bidang penyelenggaraan haji Indonesia juga dilibatkan dalam persiapan.
Ihsan mengatakan skema murur pertama diterapkan bagi jemaah yang berada di zona lima. “Yang dimururkan pertama itu yang berada di zona lima,” kata Ihsan.
Murur merupakan pergerakan jemaah dari Arafah melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus. Setelah itu, jemaah langsung menuju Mina untuk mengurangi kelelahan fisik selama Armuzna.
Skema murur diprioritaskan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi. Kebijakan itu diterapkan agar jemaah tidak mudah sakit saat fase ibadah padat.
Sementara tanazul berupa penyesuaian jadwal kepulangan atau perpindahan tempat menginap jemaah. Sebagian jemaah nantinya tidak mabit di Mina dan kembali ke hotel Makkah.
Ihsan menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama selama fase Armuzna berlangsung. “Kita mendahulukan keselamatan supaya jemaah lansia dan disabilitas tidak kelelahan,” ujarnya.
PPIH berharap pelaksanaan murur dan tanazul berjalan lancar selama puncak ibadah haji tahun ini. Skema tersebut juga diharapkan mengurangi kepadatan jemaah di kawasan Mina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....