Gus Muda Pesantren Perlu Perbarui Materi Manasik Haji
- 22 Jun 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Petugas Haji Daerah Kabupaten Wonosobo mendorong pembaruan materi manasik haji
- Sebagian kelompok bimbingan haji dinilai masih menggunakan materi pola lama
- Tokoh muda pesantren menjadi kunci dalam menjelaskan skema haji modern
RRI.CO.ID, Madinah - Pelaksanaan manasik haji saat ini membutuhkan pembaruan materi fikih kontemporer. Keterlibatan tokoh pesantren muda menjadi kunci menghadapi skema haji modern.
Hal itu disampaikan Petugas Haji Daerah Kabupaten Wonosobo Khoirulloh di Madinah. Informasi tersebut disampaikan pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore waktu setempat.
Menurutnya penyelenggaraan haji tahun ini sudah mengalami banyak perubahan pelayanan.
"Transformasi yang dilakukan Kementerian Haji sudah mulai dirasakan jemaah," ujarnya.
Ia menilai fasilitas dan pelayanan lapangan saat ini semakin baik serta terorganisir. Namun materi bimbingan ibadah dari kelompok bimbingan masih memakai pola lama.
Sebagian kelompok bimbingan masih mengacu pada kondisi beberapa tahun lalu. "Karena itu perlu pembaruan materi yang sesuai dengan kondisi terkini," katanya.
Situasi di Makkah dan Madinah terus mengalami penyesuaian kebijakan setiap tahun. Puncak haji di Armuzna kini menerapkan skema baru seperti murur dan tanazul.
Skema tersebut memerlukan penjelasan hukum fikih yang lebih kontekstual bagi jemaah.
Tokoh muda atau gus muda dinilai mampu menjembatani persoalan fikih tersebut.
Kompetensi mereka sangat dibutuhkan agar jemaah tidak bingung saat di lapangan.
Khoirulloh berharap Kementerian Haji melibatkan lebih banyak generasi muda pesantren. Langkah ini bertujuan agar bimbingan haji selalu adaptif dengan perkembangan zaman. (MCH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....