Menhaj: Penguatan Layanan Kesehatan Jadi Prioritas Evaluasi Haji Mendatang

  • 05 Jul 2026 06:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan penguatan layanan kesehatan jemaah menjadi dua prioritas utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M.
  • Layanan kesehatan masih menjadi perhatian utama meski angka mortalitas jemaah berhasil ditekan sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Seluruh inovasi tersebut tetap perlu dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal bagi jemaah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan penguatan layanan kesehatan jemaah dan pembenahan pelayanan di Mina menjadi dua prioritas utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus menjadi fokus perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan haji Indonesia.

Irfan Yusuf mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini mencatat berbagai kemajuan dan mendapat apresiasi dari banyak pihak. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan agar pelayanan kepada jemaah semakin baik pada musim haji berikutnya.

Menurutnya, layanan kesehatan masih menjadi perhatian utama meski angka mortalitas jemaah berhasil ditekan sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penguatan istithaah kesehatan dinilai menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko kesehatan jemaah pada masa mendatang.

"Kesehatan menjadi perhatian khusus. Kita memang berhasil menekan angka mortalitas sekitar 25 persen, tetapi jumlahnya masih cukup besar. Karena itu, penguatan istithaah kesehatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji ke depan," kata Irfan Yusuf di Jakarta, Sabtu, 5 Juli 2026.

Selain kesehatan, ia menyebut peningkatan kualitas layanan haji juga didukung sejumlah inovasi. Di antaranya pengelolaan kuota provinsi, efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan implementasi kartu Nusuk.

Namun, menurutnya, seluruh inovasi tersebut tetap perlu dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal bagi jemaah. Evaluasi juga menjadi dasar penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun berikutnya.

Irfan Yusuf meminta persoalan pelayanan di Mina menjadi salah satu agenda utama Rakernas. Menurutnya, seluruh upaya perbaikan harus diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia.

"Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan," ucapnya.

Menutup sambutannya, Irfan Yusuf menjelaskan kegiatan retret setelah Rakernas bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Kementerian Haji dan Umrah sekaligus mempererat kebersamaan antarpersonel. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta TNI dan Polri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....