Perbedaan Tasreh dan Nusuk untuk Masuk Raudhah
- 01 Mei 2026 22:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dua cara masuk Raudhah adalah tasreh dan aplikasi Nusuk
- Tasreh digunakan kolektif, Nusuk bersifat mandiri dan fleksibel
- Petugas mengimbau jamaah tidak membagikan barcode tasreh
RRI.CO.ID, Madinah - Petugas menjelaskan dua cara masuk Raudhah bagi jemaah calon haji di Madinah, Jumat, 1 Mei 2026. Mekanisme ini diharapkan memudahkan jemaah beribadah di Masjid Nabawi.
Raudhah berada di antara makam Rasulullah dan mimbar dengan penanda tiang putih. Tempat ini dikenal mustajab untuk berdoa.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Madinah, Efrilen Hafiz, menyebut ada dua akses resmi masuk Raudhah. Cara itu melalui tasreh dan aplikasi Nusuk.
Ia mengatakan pihaknya telah mengajukan 18.682 tasreh untuk jamaah Indonesia. Pengajuan dilakukan kepada otoritas Arab Saudi secara bertahap.
Penggunaan tasreh dilakukan secara kolektif dalam satu kelompok jemaah. Data jemaah dikumpulkan pembimbing lalu diserahkan ke sektor khusus Nabawi.
“Saat jemaah sudah lengkap, sektor langsung memberikan tasreh berupa barcode,” kata Efrilen. Barcode tersebut digunakan bersama dalam satu kelompok.
Ia mengingatkan jemaah tidak membagikan barcode kepada pihak lain. “Jika dibagikan, kuota kelompok bisa hangus dan merugikan jemaah lain,” ujarnya.
Sementara itu, aplikasi Nusuk diperuntukkan bagi jemaah yang melek digital. Jemaah bisa memilih waktu kunjungan secara mandiri melalui ponsel.
Efrilen menjelaskan pengguna Nusuk dapat masuk Raudhah lebih fleksibel. “Selama di sekitar Nabawi, jemaah bisa memilih jadwal yang tersedia,” katanya.
Ia berharap seluruh jamaah Indonesia dapat berziarah ke makam Rasulullah. Petugas berkomitmen memberikan layanan terbaik selama jemaah di Madinah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....