Menteri Haji Ingatkan Petugas Utamakan Pelayanan kepada Jemaah di Tanah Suci
- 23 Apr 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf minta petugas utamakan pelayanan jemaah
- Petugas diminta siap fisik, mental, dan jaga koordinasi selama di Tanah Suci
- Integritas dan sikap empati jadi kunci menjaga kenyamanan dan keamanan jemaah
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan petugas haji untuk mengutamakan pelayanan kepada jemaah selama bertugas. Ia menegaskan, peran petugas bukan sekadar administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab kemanusiaan dan nama negara.
Gus Irfan menyebut tugas petugas haji sangat berat karena melayani jemaah dari berbagai latar belakang. Terlebih, kondisi di Mekkah menjadi puncak konsentrasi jemaah dari seluruh dunia.
“Tugas saudara bukan sekadar administratif atau teknis, tetapi tugas kemanusiaan dan pelayanan. Setiap sikap dan keputusan akan mempengaruhi kenyamanan dan keamanan ibadah jemaah,” ujarnya saat pelepasan petugas PPIH di Pondok Gede, Jakarta, 23 April 2026.
Ia menekankan, pentingnya kesiapan fisik dan mental petugas haji dalam menghadapi kondisi di Tanah Suci. Petugas diminta siap menghadapi cuaca panas serta situasi yang tidak menentu.
“Petugas haji harus siap menghadapi cuaca panas dan situasi yang tidak menentu. Jaga kesehatan, kekompakan, serta ritme kerja dengan koordinasi yang kuat,” ucapnya.
Menhaj juga mengingatkan pentingnya etika dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Petugas diminta bersikap ramah, sabar, dan menghindari perilaku yang dapat melukai perasaan jemaah.
“Layani jemaah dengan sabar, santun, dan penuh empati. Hindari ucapan kasar atau sikap yang meremehkan karena dapat melukai hati jemaah,” katanya.
Ia menambahkan, karakter jemaah yang beragam membutuhkan pendekatan pelayanan yang adaptif dan inklusif. Perhatian khusus perlu diberikan kepada jemaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus.
“Keberhasilan petugas diukur dari seberapa banyak jemaah merasa terbantu, terlindungi, dan terlayani dengan baik. Utamakan jemaah lansia dan yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama menjalankan tugas di Tanah Suci. Petugas diminta tidak menyalahgunakan kewenangan atau mencari keuntungan pribadi.
“Jaga integritas dan kejujuran dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan menyalahgunakan kewenangan atau mengambil keuntungan pribadi,” ucapnya.
Menutup arahannya, ia mengingatkan petugas untuk bekerja dengan niat ibadah dan menjaga nama baik bangsa. Ia berharap pelayanan yang diberikan dapat mengembalikan citra positif jemaah Indonesia di mata dunia.
“Bekerjalah dengan niat ibadah dan akhlak mulia karena saudara membawa nama bangsa. Kita kembalikan citra jemaah Indonesia sebagai yang tertib, sopan, dan disiplin,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....