Petugas Medis Akan Rutin Pantau Kesehatan Jemaah Haji di Setiap Kloter
- 23 Apr 2026 11:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Setiap kloter didampingi minimal tiga petugas kesehatan yang akan memantau kondisi jemaah secara rutin di Tanah Suci.
- Jemaah berisiko tinggi menjadi prioritas dengan pemeriksaan berkala minimal dua hari sekali meliputi tekanan darah, saturasi oksigen, dan gula darah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemantauan kesehatan jemaah haji akan dilakukan secara rutin oleh petugas medis di setiap kelompok terbang (kloter). Demikian disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, pada perbincanga dengan RRI Pro 3, Kamis 23 April 2026.
Menurut dia, pada setiap kloter minimal terdapat dua petugas kesehatan yakni satu dokter dan satu perawat. Selain itu terdapat tambahan tenaga kesehatan dari petugas haji daerah, sehingga total sedikitnya tiga petugas kesehatan mendampingi jemaah.
"Setiap kloter sudah dibekali profil kesehatan jemaah,” ujarnya. Termasuk identifikasi risiko kesehatan, mulai dari yang tinggi, sedang, hingga rendah.
Menurut Liliek, jemaah dengan risiko kesehatan tinggi menjadi prioritas pemantauan. Pemeriksaan kondisi kesehatan akan dilakukan secara berkala minimal setiap dua hari sekali.
Cakupannya antara lain tekanan darah, saturasi oksigen, serta kadar gula darah bagi penderita diabetes. Liliek menambahkan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil selama di Tanah Suci.
Selain pemantauan rutin, petugas juga mengimbau jemaah untuk menerapkan langkah pencegahan. Misalnya menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan serta menjaga asupan cairan.
"Upaya ini dilakukan agar jemaah tetap sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan optimal," ucapnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti pentingnya pengelolaan ekspektasi dan penerapan pendekatan holistik. Hal ini dilakukan sebagai kunci utama untuk membantu jemaah haji menunaikan ibadah dengan ketenangan dan fokus yang lebih baik.
Pernyataan ini disampaikan mengingat kompleksitas dan tantangan yang menyertai pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan berbagai risiko kesehatan, baik fisik maupun mental, yang mungkin dihadapi jemaah.
“Ibadah haji 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu pertemuan spiritual terbesar di dunia,” kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi. Ini karena kegiatan ibadah tersebut akan melibatkan lebih dari 1,8 juta jemaah dari berbagai negara di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....