Menhaj: Layanan Konsumsi Haji Tak Terdampak Harga Global
- 21 Apr 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Layanan konsumsi jemaah haji dipastikan tidak terdampak harga global
- Pihak katering tidak mengajukan perubahan harga meski pasar fluktuatif
- Pemerintah menjamin kualitas makanan tetap terjaga
- Penyediaan makanan mayoritas berasal dari dapur di Arab Saudi
- Makanan siap saji (RTE) disiapkan untuk kondisi tertentu
- RTE dipasok dari Indonesia sebagai dukungan logistik
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji (Menhaj) dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf memastikan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia tidak terdampak gejolak harga global. Pihak katering juga tidak mengajukan perubahan harga meski terjadi fluktuasi di pasar lokal Arab Saudi.
“Tidak ada, pihak katering juga tidak meminta perubahan harga, meski di pasar lokal ada fluktuasi,” ucapnya usai hadir dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa 21 April 2026.
Ia berharap kondisi tersebut tidak memengaruhi kualitas makanan yang diterima jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah terus memastikan layanan konsumsi berjalan optimal.
Irfan Yusuf menjelaskan penyediaan makanan jemaah tetap didominasi dari dapur katering di Arab Saudi. Namun, pemerintah juga menyiapkan makanan siap saji atau ready to eat (RTE) untuk kondisi tertentu.
“Mayoritas tetap dari dapur. Tapi ada hari-hari menggunakan RTE,” katanya.
Ia menegaskan RTE tersebut dipasok dari Indonesia sebagai bagian dari dukungan logistik. Skema ini disiapkan untuk menjaga kelancaran distribusi makanan.
Penggunaan RTE difokuskan pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pada periode tersebut, distribusi makanan segar dinilai sulit karena tingginya mobilitas dan kepadatan jemaah.
Irfan Yusuf menyebut kebutuhan RTE mencapai sekitar tiga juta paket selama enam hari untuk melayani sekitar 200 ribu jemaah. Distribusi dilakukan secara terbatas pada periode 7 hingga 13 Zulhijah.
“Karena waktu itu trafiknya sangat padat, makanan fresh sulit dikirim, maka kita pakai RTE,” ucapnya. Ia menambahkan pengiriman RTE telah disiapkan sejak awal sebagai bagian dari kesiapan layanan konsumsi haji.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan kebutuhan makanan jemaah haji dalam kondisi aman. Ia menegaskan pasokan pangan tersedia cukup dan tidak terdampak gejolak geopolitik global.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema penyediaan makanan. Baik melalui katering di Arab Saudi maupun pasokan dari dalam negeri.
“Ada makanan siap saji, ada juga yang disiapkan di sana. Insyaallah cukup lengkap, tidak kurang apa pun,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....