Waspadai, Suhu saat Ibadah Haji 2026 Diprediksi Capai 42 Derajat
- 19 Apr 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Musim haji 2026 diprediksi berlangsung dalam suhu ekstrem hingga 42 derajat Celsius, sehingga menjadi tantangan serius bagi jemaah.
- Data historis menunjukkan suhu di Makkah dan Madinah dapat mencapai lebih dari 44 derajat Celsius, terutama pada siang hari.
- Pemahaman kondisi cuaca dan persiapan matang menjadi kunci agar jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman.
RRI.CO.ID, Jakarta - Musim haji 2026 diprediksi berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem dengan suhu tinggi di Tanah Suci. Suhu di Makkah dan Madinah bahkan diperkirakan dapat menembus angka 42 derajat Celsius.
Prediksi tersebut merujuk pada data iklim historis dari Saudi National Center for Meteorology. Periode Mei hingga Juni memang dikenal sebagai fase terpanas di wilayah Arab Saudi.
Secara klimatologis, kawasan Hijaz memiliki karakter gurun dengan suhu tinggi dan curah hujan sangat rendah. Kondisi ini membuat paparan panas menjadi tantangan utama bagi jemaah haji setiap tahunnya.
Data historis menunjukkan suhu rata-rata di Makkah pada Mei berkisar 38 hingga 39 derajat Celsius. Angka tersebut meningkat pada Juni dan dapat mendekati 44 derajat Celsius.
Bahkan di area terbuka, suhu permukaan dapat melampaui 45 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi ini membuat aktivitas luar ruang menjadi lebih berat bagi jemaah.
Fenomena ini juga dijelaskan dalam kajian “Climate of Saudi Arabia” karya Abdulrahman Almazroui. Wilayah barat Arab Saudi mengalami puncak panas pada akhir musim semi hingga awal musim panas.
Bagi jutaan jemaah, termasuk dari Indonesia, kondisi ini menjadi tantangan fisik yang nyata. Selain itu, suhu ekstrem juga dapat memengaruhi kenyamanan selama menjalankan ibadah.
Meski demikian, ibadah haji tetap dapat dijalankan dengan persiapan yang matang. Pemahaman terhadap kondisi cuaca menjadi kunci utama menghadapi musim haji tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....