Haji 2026 Dilanda Panas Ekstrem, Waspadai Heat Stroke

  • 17 Apr 2026 11:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Suhu haji 2026 diperkirakan mencapai 47–50 derajat Celcius dengan udara kering, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan meski tanpa aktivitas berat.
  • Kondisi ini terjadi bertahap, mulai dari dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke yang berpotensi menyebabkan kematian jika tidak ditangani.
  • Jemaah disarankan minum 3–5 liter per hari secara bertahap, konsumsi oralit, serta makan kurma secara rutin untuk menjaga energi dan mencegah dehidrasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Musim haji 2026 diprediksi berlangsung dalam kondisi panas ekstrem di Arab Saudi dengan suhu mencapai 47–50 derajat Celcius. Dokter Kesehatan Jemaah Haji Kloter 2024, dr. Ngabila Salama mengatakan kondisi ini dinilai jauh lebih berbahaya bagi tubuh.

Ia menjelaskan, perbedaan utama terletak pada tingkat kekeringan udara dan dampaknya terhadap tubuh. Fenomena pemanasan global yang dipicu El Nino turut memperparah kondisi panas menjadi lebih ekstrem dan berkepanjangan.

"Di Arab Saudi, panasnya lebih kering sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan tanpa disadari. Bahkan di dalam ruangan ber-AC, kulit, bibir, dan mata tetap bisa kering," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 17 April 2026.

Ia menyampaikan bahwa risiko terbesar yang dihadapi jemaah adalah heat stroke yang dapat berujung kematian. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang harus diwaspadai.

"Awalnya dehidrasi, kemudian heat exhaustion, lalu heat stroke. Dan akhirnya bisa meninggal jika tidak ditangani," katanya.

Ia mengingatkan jemaah, terutama yang memiliki penyakit penyerta atau berisiko tinggi, agar tidak memaksakan diri dalam beribadah. Ia menyarankan untuk memprioritaskan ibadah wajib, sementara ibadah sunnah dapat disesuaikan dengan kondisi fisik atau diwakilkan.

Selain itu, ia membagikan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi. Terutama dalam menjaga kondisi tubuh selama berhaji, salah satunya melalui pola makan dan minum.

Jemaah dianjurkan untuk rutin mengonsumsi kurma guna mencegah hipoglikemia atau kondisi lemas akibat kekurangan gula darah. "Bawa kurma ke mana saja, konsumsi secara berkala agar energi tetap terjaga," ucapnya.

Dalam hal hidrasi, ia menekankan pentingnya minum secara teratur tanpa menunggu rasa haus. Kebutuhan cairan harian jemaah bisa mencapai tiga hingga lima liter per hari.

"Minum tidak boleh sekaligus dalam jumlah banyak. Lebih baik sedikit-sedikit tetapi sering, agar cairan benar-benar terserap tubuh," ucapnya.

Ia juga menyarankan konsumsi oralit sekitar 200 cc setiap dua jam. Atau air putih 100 cc setiap jam, untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan bahwa heat stroke merupakan situasi kedaruratan yang dapat mengancam jiwa. "Heat stroke terjadi ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhunya sendiri," ucapnya, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....