Fasilitasi 15 Armada, Garuda Naikkan Tarif Haji Rp978 Miliar
- 15 Apr 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menyatakan Garuda Indonesia mengusulkan kenaikan tarif Rp978 miliar untuk penerbangan haji
- Fasilitas yang diberikan Garuda Indonesia dengan menerjunkan 15 armada dan seribu lebih awak pesawat
RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menyatakan
Garuda Indonesia mengusulkan kenaikan tarif Rp978 miliar untuk penerbangan haji. Sementara, fasilitas yang diberikan dengan menerjunkan 15 armada dan seribu lebih awak pesawat.
"Garuda menyampaikan butuh kenaikan harga tiket sekitar Rp 7,9 juta per jemaah. Total biaya yang diajukan lebih dari Rp978 miliar," ujar Menhaj Irfan Yusuf, Rabu 15 April 2026.
Irfan membeberkan maskapai Garuda Indonesia mengajukan melalui surat nomor Garuda/JAKARTA/DZ/20181-26. Usulan kenaikan tarif itu mengacu pada harga avtur 116 US$ sen per liter.
"Harga avtur memang mengalami kenaikan. Hal itu imbas dari adanya eskalasi di Timur Tengah," kata dia.
| Baca juga: Wamenhaj: War Tiket Berbeda dengan Furoda |
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menyatakan pihaknya mengerahkan sedikitnya 1.085 awak pesawat untuk layanan penerbangan haji 1447 Hijriah. Menurut jadwal, penerbangan perdana akan dimulai pada 21 April 2026.
Menurutnya, pengerahan ratusan pilot dan kru cabin pesawat ini dilakukan sebagai peningkatan layanan bagi jemaah calon haji dari dan menuju Tanah Suci, Mekah. "Total kita kerahkan 15 pesawat dan krunya atau pilot ada 300 dan 700 kru kabin," kata Glenny.
Dia menuturkan dari 1.085 awak pesawat yang dikerahkan terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji. Seluruhnya akan mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.
Selain itu, pihaknya menyediakan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) milik Garuda untuk mengangkut sebanyak 102 ribu lebih jemaah calon haji. Mereka terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar dan Lombok.
"Pemberangkatan jemaah akan dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1-30 Juni 2026," ujarnya.
Penerbangan perdana akan diawali dengan keberangkatan kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300. Dalam hal ini, Garuda memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan (safety), sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini.
"Untuk mendukung operasional haji tahun ini, ada 15 pesawat terdiri dari 8 pesawat milik Garuda dan 7 pesawat sewa. Mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300 dan 3 Airbus A330-900neo," ucapnya.
Di mana, kata Glenny, seluruh armada tersebut merupakan generasi pesawat dengan usia terbilang kompetitif yang dioptimalkan untuk penerbangan jarak jauh. Serta dipastikan dalam kondisi prima melalui penerapan prosedur perawatan berlapis melalui program Aircraft Health Program, termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji.
"Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara end-to-end, dengan memastikan seluruh aspek safety, keandalan armada. Serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah," kata dia.
Glenny menambahkan penguatan layanan pada tahun ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan jemaah lansia. Jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu jiwa atau sekitar 18 persen dari total jemaah yang dilayani serta jemaah berkebutuhan khusus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....