Kemenhaj Pastikan Standar Dapur Haji Bercita Rasa Nusantara
- 16 Feb 2026 21:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Makkah - Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia, jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif. Pengecekan tersebut dilakukan di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan layanan konsumsi jemaah berjalan optimal, higienis, dan sesuai dengan cita rasa tanah air. Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menegaskan agar dapur penyedia konsumsi jemaah haji menggunakan bumbu masak asli dari Indonesia, termasuk beras.
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, memastikan bahwa jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan konsumsi terbaik. Mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan cita rasa Nusantara.
"Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah. Dipastikan jemaah haji tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah,” kata Menhaj dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Februari 2026.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi rasa dan memastikan jemaah tetap dapat menikmati hidangan dengan cita rasa yang akrab seperti di tanah air. Pemerintah juga meminta agar pengolahan beras Indonesia dilakukan sesuai standar yang biasa diterapkan di Indonesia.
Aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam supervisi ini. Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan higienis, memenuhi standar keamanan pangan.
Pengecekan juga dilakukan menyeluruh mulai dari area dapur, proses memasak, hingga tahap pengemasan (packing). Fasilitas diminta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sesuai jumlah jemaah haji, baik dari sisi kapasitas produksi maupun ketepatan distribusi.
“Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia. Tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jemaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu,” ujarnya.
Supervisi ini menunjukkan keseriusan Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan pelayanan prima yang terstandar dan berorientasi pada kepuasan jemaah. Dengan pengawasan langsung serta penekanan pada kualitas bahan, higienitas dan kapasitas produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....