Sempol Ayam Nabire, Jajanan Favorit, Untung Jutaan Rupiah

  • 31 Mei 2024 04:29 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Keuntungan bersih mencapai Rp 2.500.000,- per hari, menjadikan sempol ayam Nabire sebagai jajanan primadona yang sangat diminati oleh masyarakat Nabire. Faktanya,sempol ayam dengan gerobak motor yang berada di Jalan Yosudarso Nabire, tepatnya disamping Supermarket Hadi, dan di Jalan Merdeka, kelurahan Oyehe Nabire, berasal dari satu tempat produksi, beralamat di Girimulyo Nabire.

Kita kenalan dulu yuk, dengan jajanan sempol ini. Mengapa nama jajanan ini sempol? Karena dahulu jajanan ini dibuat dan ditemukan resepnya oleh penjual bernama “Cak Man”, yang berasal dari Desa Sempol, kecamatan pajak, kabupaten Malang, Jawa Timur.

Udin bersama saudara dan orangtuanya, adalah pengolah sekaligus penjual sempol di kota Nabire, Papua Tengah. Awal buka usaha sempol ayam Nabire ini, dari tahun 2022. Dan pertama kali dibuka di Jalan Yosudarso, samping supermarket hadi Nabire, kemudian membuka dua cabang lainnya, di Girimulyo tepatnya di depan rumah produksi, dan di kompleks Oyehe. Semunya menggunakan gerobak motor.

“Awal buka tahun 2022. Untuk produksinya di rumah sendiri. Itu orang tua, ibu dan bapak yang mengolahnya. Dan pertama bukanya di samping Hadi ini. Karena banyak yang minat, kami membuka lagi 2 cabang di kompleks Oyehe dan Girimulyo. Kalau di Girimulyo itu, tempatnya pas di depan rumah. Dan ketiga cabang ini kami jualan pakai motor dan gerobak” Ujar Udin, ketika diwawancarai di tempat jualan sempol ayam di kompleks Oyehe Nabire, Rabu, (29/05/2024)

Ia menjelaskan, sempol ayam ini diproduksi sendiri oleh orang tuanya dari rumah di Girimulyo Nabire, sebanyak 30 kilo gram adonan untuk 2 hari penjualan, dan per hari bisa menjual 3.000 sampai 4.000 tusuk sempol ayam, yang dibagi ke tiga cabang.

“Kalau untuk produksi sempol ayam setiap 2 hari sekali. Kurang lebih ada 30 kilo gram. Sehari itu, bisa 3.000 sampai 4.000 tusuk, yang kami bagi ketiga cabang. Satu gerobak atau cabang itu bisa 1.000 sampai 2.000 tusuk sempol ayam. Dan semuanya habis terjual”. Tambahnya.

Udin, penjual sempol ayam di Jalan Merdeka, kompleks Oyehe Nabire, Papua Tengah. (Foto: Dwi Masani)

Selain sudah digoreng, sempol ayam ini juga dijual yang masih mentah kepada pelanggan. Biasanya penjual-penjual jajanan disekolah, atau gerobak sepada keliling, yang membeli dari mereka, dengan harga Rp 50.000,- untuk 75 tusuk sempol ayam.

“Kami juga menjual sempol ayam yang mentahan. Biasa yang beli itu penjual-penjual jajanan di sekolah-sekolah di kota Nabire. Dan penjual rumahan beli juga mentahannya dari kami. Selain itu mas-mas gerobak sepeda, beberapa ada yang beli sempol ayam mentahan juga pada kami” Jelasnya.

Bahan utama pembuatan sempol ayam adalah daging ayam yang sudah digiling, tepung tapioka, tepung terigu, minyak, bawang merah, bawang putih, dan bumbu lainnya. Semua bahan dicampurkan, kemudian dililitkan ke tusuk sate, satu per satu, kemudian di kukus, hingga bertekstur kenyal. Setelah itu, sempol ayam siap didagangkan atau dijual. Sebelum diberikan kepada pelanggan, sempol ayam digoreng terlebih dahulu sampai setengah matang, lalu diangkat dan dicampurkan ke dalam kocokan telur, lalu digoreng kembali dengan minyak panas. Sempol ayam disajikan dengan saus sambal cair, penambah cita rasa.

Nah, untuk yang penasaran seperti apa rasa sempol ayam nabire, bisa langsung datang ke Jalan Yosudarso Nabire, tepatnya disamping Supermarket Hadi, dan di Jalan Merdeka, kelurahan Oyehe Nabire. Buka setiap hari senin sampai minggu. Jam 4 sore sampai dengan jam 11 malam

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....